oleh

Mengenal Arti Sebuah Nama Atas Perubahan Nama Kecamatan Pocoranaka Dan Pocoranaka Timur Kabupaten Manggarai Timur

 

SAURABAYA, faamnews.com – Diskusi berlangsung secara online 17/01/2021 yang diselenggarakan oleh komunitas mahasiswa Manggarai Surabaya atas nama Gejur Dite, mengundang beberapa materi yang dianggap cukup berkompeten menganalisis persoalan.

Ronsiano B. Daur, selaku pemateri pertama kini menjelaskan beberapa hal yang memang menjadi tumpuan dasar atas perubahan nama kecamatan pocoranaka dan poco ranaka timur. Dua kecamatan tersebut Kata Ronsi, awalnya adalah bagian dari kedauluan Lamba Leda. Nama Poco Ranaka tidak memiliki ikatan historis atau historis dengan kedauluan Lamba Leda, sebagai cikal bakal pergantian nama dua kecamatan tersebut. Selain itu juga, diantaranya di peroleh dari aspirasi masyarakat akan pentingnya dua kecamatan ini harus punya ikatan secara historis.

Menurutnya, masyarakat Manggarai Timur pada umumnya perluh menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan penting untuk di aktualisasikan,serta membentuk kembali hubungaan persaaudaraan dengan menguatkan nilai-nilai budaya. Bahwa dulu sebelum di deklarasikan kedua kecamatan ini, secara administrative wilaya ini di bawah kepemimpinan Dalu Lamba Leda. Ujarnya

Beliau juga menyerahkan kepada forum diskusi untuk melihat dan menilai bebijakan pemerintah tersebut, tapi sebelumnya dia menjelaskan beberapa hal yang memang seolah-olah pro pemerinta Andreas Agas selaku bupati kabupaten manggarai Timur. Ronsi pun tak segan-segan menganjurkan kepada kalangan mahasiswa supaya mengkaji secara historisnya, supaya membuka cakrawala berpikir, serta harus punya argumentasi yang kuat untuk menjastifikasi atas perubahan nama kedua kecamatan ini.

Pernyataan Ronsi pun di perdebatkan oleh forum diskusi karena dianggap kurang tepat. Paulus Yorit Poni sebagai kader partai PDIP turut menanggapi hal ini karena merupakan persoalan public. Final, mendagri telah menurunkan SK pergantian nama kecamatan tersebut, secara normative tidak ada persoalan atas pergantian nama kecamatan tersebut, ujar Yoni.

Akan tetapi Yoni juga menanyakan kira-kira apa yang menjadi motifasi pemerintah kabupaten Manggarai Timur dengan pergantian nama kedua kecamatan ini, sedangkan kecamatan yang lainya tidak di buat hal yang sama.
Sehingga dengan hal itun, dianggapnya pemerintah hanyalah melakukan hal yang sangat konyol, dan tidak menunjang kemajuan sama sekali.

Reporter : Albertus Makur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed