oleh

Mediasi Gagal, Terlapor Penganiaya Teman Sepondok di Sumenep Lapor Balik

Foto: MRS didampingi Keluarganya Saat Keluar dari Ruangan SPKT Polres Sumenep


SAMPANG, faamnews.com – Muhammad Ryan Sulaiman (MRS) warga asal Desa Tlagah Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang terlapor penganiayaan disalah satu pesantren terbesar di Kabupaten Sumenep Madura mendatangi Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Rabu, (17/02//2021)

Kejadian itu terjadi pada 14 Januari lalu, saat keduanya mengantri untuk mengambil Al-Qur’an  tanpa sengaja Pelapor menyenggol terlapor,

Tidak terima dirinya di senggol, terlapor memukul Pelapor (MRS) menggunakan tangan kanan mengepal kearah wajah bagian kiri pelipis bawah mata MRS kemudian Terlapor menendang Pelapor kearah perut

Akibat kejadian itu MRS mengalami nyeri, lebam dan bengkak bagian wajah dan merasakan sesak di bagian dada dan perut disertai pusing

Atas kejadian itu MRS di dampingi keluarga dan sejumlah aktifis untuk membuat laporan balik atas dituduhnya MRS sudah melakukan penganiayaan kepada rekan sesama pelajar di pondoknya itu

Sutimah orang tua MRS saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, bahwa dirinya membuat laporan terkait perkelahian anak dibawah umur.

“Ya betul mas, Kami membuat laporan dipolres Sumenep, Kami tidak ingin masalah anak-anak dan yang sekaligus masih menjadi santri melibatkan orang tua dan masalahnya di besar besarkan sehingga berlarut larut.” Tegas Sutimah

“Ini kan masalah anak-anak berkelahi, kenapa masalah harus ada laporan pada polisi dan melibatkan orang banyak. Bahkan anak saya dilaporkan penganiayaan.” Imbuhnya kesal

“Padahal kami sudah berusaha dengan segala upaya untuk melakukan silaturrohim dengan tujuan minta maaf, supaya masalah ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan, tanpa melibatkan banyak pihak termasuk kepolisian biar tidak terkesan besar masalah ini,” Kata dia

“Upaya kami untuk bersilaturrahim dengan segala cara, kami sudah melalui Bhabinkamtibmas Desa Plakpak, Tokoh Masyarakat bahkan pihak Pesantren pun berusaha membantu kami untuk bersilaturrahim ke keluarga pelapor melalui alumni-alumni sepuh Pondok, namun sia-sia dan tidak di indahkan.” Bebernya

“Karena semua tidak diindahkan, terpaksa kami harus membuat laporan dan melapor balik pelapor sesuai dengan hasil visum dan keterangan para saksi serta hasil dari rekontruksi di pondok pesantren beberapa waktu lalu.” Pungkasnya.

Diketahui, laporan tersebut sudah diterima oleh SPKT Polres Sumenep dengan tanda bukti lapor Nomor: TBL-B/41/II/RES.I.24./2021/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep, tertanggal 17 Februari 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed