oleh

Mantan Aktivis HMI Angkat Bicara Soal KONI Pamekasan

PAMEKASAN, faamnews.com – Pencalonan kembali Lukman Al hakim sebagai Ketua KONI Pamekasan 2021-2026 dinilai tidak tau diri.

Selain melanggar AD/ART selama menjabat, proses penjaringan terkesan tertutup dan terindikasi kolusi dan nepotisme.

Hal itu dikatakan mantan aktivis HMI M. Tosan, menurutnya pencalonan ketua KONI Pamekasan telah melabrak sejumlah aturan karena

1. Tidak ada sosialisasi pendaftaran ke publik,
2. Melanggar ad/art pasal 22, tentang rangkap jabatan.
3. Lukman selain menjadi ketua umum KONI 2017-2021, juga menjabat wakil ketua bidang hukum di KONI Jatim
4. Selain menerima honor dari KONI kabupaten juga dari KONI provinsi, dan pendanaan KONI bersumber dari APBD.

“Seharusnya tau diri, bahkan malu. Jelas-jelas melanggar AD ART, kok malah calon lagi,” ujarnya. Sabtu, (11/09/2021)

“Apalagi, pola penjaringan nya terkesan ditutup-tutupi. Dan seolah-olah ingin meloloskan satu calon saja,” urainya

“Selain itu, juga berbau nepotisme dan kolusi. Bahkan mengarah untuk kepentingan kelompok tertentu,” paparnya.

Dikatakan Tosan, dari semua yang sudah dilaksanakan Tidak ada alasan dan keputusan lain selain Musorkab KONI Pamekasan digagalkan dan harus diulang dari awal. Termasuk tahapannya. (Jhon/Sould)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed