oleh

LSM Trisula Bakti Nusantara Kecam Keras Debt Colector Beroperasi di Bulan Ramadhan

-Hukum-79 views

TANGERANG, faamnews.com – Tindakan para debt collector mengincar kenderaan dijalan kembai meresahkan warga. Terjadi dengan proses intimidasi cepat, 6 debt kolektor dari PT. Emas Persada Finance merampas motor warga dijalan raya Balaraja-Kresek di kampung Cariu desa Tobat Kec.Balaraja kabupaten Tangerang, Kamis, 22/04/2021.

Hal tersebut jelas melanggar Pasal 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 dan pasal 15 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Fidusia.

Nanang Abdulrahman Ketua Umum LSM Trisula mengecam keras tindakan ke 6 debt colector sekaligus PT. Emas Persada Finance yang memberikan SK sebagai dasar penarikan unit dijalankan, apalagi ini dimasa pandemi Covid-19 dan bulan suci Ramadhan.

” Mestinya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 tanggal 6 Januari 2020 Soal Fidusia bisa diperhatikan para finance dimanapun berada,” tegas Nanang.

Dipertegas kembali oleh Nanang, Pasal 15 undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Wanprestasi atau Cidera Janji antara debitur dan kreditur. Perjanjian itu harus diketahui kedua belah pihak dan jangan sampai tidak ada transparansi seperti yang dilakukan oleh PT. Emas Persada Finance terhadap konsumennya.

” Saya akan membuat laporan kepolisian atas tindakan kriminal yang dilakukan para debt kolektor ini untuk diteruskan ke Polda Banten,” tandas Nanang.

Hingga kini, unit rampasan yang dilakukan 6 debt colector telah berada di PT. Emas Persada Finance Balaraja.

(Syarifuddin/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed