oleh

Lembaga LKPK Desak Pemerintah Tutup PT Sinar Laut Biru Logam Perkasa

-Hukum-71 views

TANGERANG,BANTEN, faamnews.com – Pabrik yang berlokasi di Kampung cukang galih Desa Cukang galih Kecamatan curug telah menjadi sorotan. Hal ini disebabkan,perusahaan yang Dugaan kuat menjalankan Aktifitas ilegal dalam pengolahan B3 sejak tahun 2015 lalu, saat ini diduga ijinnya baru diurus ditahun 2020. dan perusahaan tersebut berdiri dari tahun 1995.

Benni suroso, Mawil Lembaga LKPK kabupaten tangerang sangat menyayangkan hal semacam ini masih terjadi di wilayah Kabupaten tangerang. Ditanya soal perijinan pengumpul,pemanpaat,dan pemusnah yang diduga tidak mengkantongi izin, Benni mengatakan dirinya sudah mendapatkan bukti bahwa perijinan yang dimiliki perusahaan tersebut merupakan perijinan baru diurus ditahun 2020, itupun cuma ijin transportir.

Benni, pun menyampaikan, pihaknya sudah melayangkan surat yang ditujukkan ke pihak pengusaha,Satpol PP Kabupaten tangerang,Lingkungan Hidup Kabupaten tangerang,kementrian lingkungan hidup,Bupati kabupaten tangerang, Dan Gubernur Banten.

“kami sudah layangkan surat, agar Pemerintah Kabupaten tangerang melalui Satpol PP selaku penegak Perda segera melakukan penindakan kepada pengusaha, dan menghentikan kegiatan usaha yang ijinnya tidak ada itu” Ujarnya saat dihubungi melalui telpon selulernya,jumat (19/03/2021).

Lebih jauh,Benni menjelaskan bahwa dianggap melanggar undang undang pengelolaan lingkungan hidup (UU PLH).Dan Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengañ ketentuan pidana pasal 97 dan pasal 98 ayat 1.(setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien,baku mutu air,atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dipidana penjara paling sikat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp.3000.0000.000,00 (tiga miliar rupiah )dan paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh miliar)

Terpisah, Kepala Desa cukang galih, acep saat dikunjungi awak media diruang kerjanya dikantor desa cukang galih tidak ada ditempat.

(Syarifuddin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed