oleh

Larangan Pemerintah Tidak Berlaku Bagi SPBU Mlaten Kalitidu Bojonegoro

BOJONEGORO, faamnews.com –Seorang petugas SPBU berinisial (S) yang mengenakan seragam khas SPBU di

SPBU 54.621.07 di Jalan Raya Kalitidu Desa Mlaten Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro tertangkap kamera sedang mengisi BBM ke jerigen,Jumat(17/09/2021).

Diduga, BBM ini hendak dijual kembali. Padahal diketahui, SPBU tidak diperbolehkan menjual kembali BBM Premium dan Solar ke konsumen dalam wadah kemasan atau jerigen.

Menurut keterangan seorang sopir truk yang parkir disekitar SPBU, hampir setiap hari petugas SPBU melayani pembelian solar di jerigen .

”Setiap hari mas petugas SPBU disini melayani pembelian di jerigen kadang saya sering jengkel karena saat kami hendak mengisi solar sering tidak kebagian katanya habis, ‘terang seorang sopir truk yang minta namanya dirahasiakan.

Padahal aturan Pemerintah sudah jelas melarang penjualan solar di SPBU menggunakan jerigen. Menurut keterangan
Manager Communication, Relations & CSR Pemasaran Pertamina Eko Kristiawan.

Adapun peraturan mengenai penggunaan jeriken di SPBU Pertamina sebagai berikut:

1. SPBU hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Premium dan Minyak Solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir dan dilarang keras menjual Premium dan Minyak Solar pada wadah kemasan/jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.

2. Penjualan Bahan Bakar Khusus Jenis Gasoline Series (Pertalite, Pertamax, Petamax Turbo) dapat dilayani menggunakan wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari material dari unsur logam.

3. Penjualan bahan Bakar Khusus Jenis Diesel Series (Pertamina Dex, Dexlite) dapat dilayani dalam wadah kemasan/jerigen yang terbiat dari bahan/material dari unsur logam atau bahan HDPE (High Density Polyethylene) sejenis thermoplastic khusus yang terdapat simbol HDPE 2 pada kemasannya.

Penyalahgunaan BBM bersubsidi ini adalah tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 53 sampai dengan Pasal 58, dan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)

Entah kenapa  SPBU ini tetap nekat melayani penjual solar menggunakan jerigen, padahal aturan Pemerintah jelas melarang.

Hingga Berita ini Diturunkan Pemilik SPBU Masih belum bisa dikonfirmasi.

(Mal/Toni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed