Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Kian Terjepit, Dugaan Kampanye “Terselubung” Rakor Dispendikbud Saling Tuding Dan Bantah

Total views : 745
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com -Dugaan adanya kampanye “terselubung” dalam kegiatan Rakor Dispendikbud di tempat wisata Saygon Purwosari yang di hadiri Caleg DPR RI yang berinisial “GI” dengan pembagian sembako selepas kegiatan mulai terjepit, saling tuding dan bantah.

Hal tersebut terungkap setelah Kadispendikbud “HS” serta “NS” selaku Kabid Paud/TK memenuhi panggilan Bawaslu Kabupaten Pasuruan untuk klarifikasi prihal adanya dugaan pelanggaran kampanye serta netralitas ASN dilingkungan Pemkab Pasuruan dalam Pemilu.

Diketahui bahwa Kabid Paud/TK “NS” datang lebih dahulu sekira pukul 09.30wib, sesuai jadwal panggilan Bawaslu pukul 10.00wib pada Hari Kamis (18/01/24).

Sambil menunggu panggilan, NS yang tampak memakai baju dinas tersebut “ngoceh” alias berbincang dengan awak media perihal kronologi adanya dugaan kampanye “terselubung” dalam kegiatan Rakor di Saygon.

Pada awak media NS menuturkan bahwa dirinya tidak tau sepenuhnya perihal bingkisan saat kegiatan rakor. Akan tetapi dirinya membenarkan adanya hal tersebut.

“Yang jelas bingkisan itu ada, dan setahu saya bingkisan tersebut sudah ada (ditaruh) di depan samping tempat utama saat kegiatan berlangsung,” papar NS.

“Posisi bingkisan sudah di depan, hal itu saya ketahui saat kembali ke lokasi kegiatan Rakor. Sebelumnya saya ijin ke pimpinan keluar cari sarapan dari lokasi kegiatan, bersamaan pada saat saya keluar, “GI” masuk/hadir dalam kegiatan rakor,” lanjut “NS”.

Berbeda dengan yang disampaikan oleh Kadispendikbud “HS” yang menyampaikan bahwa dirinya tidak tau bingkisan tersebut dari siapa.

“Tidak tau itu dari siapa,” singkat Kadispendikbud “HS”.

Hal senada juga disampaikan Caleg DPR RI “Gi” yang membantah bahwa dirinya tidak mengetahui adanya bingkisan sembako saat kegiatan Rakor tersebut.

“Kehadiran saya untuk bertemu dengan “HS”. Saya juga bukan peserta undangan, karena ada pembahasan terkait kegiatan sepak bola dengan “HS”.”

“Saya tidak tahu ada bingkisan yang dibagikan pada para peserta, saya datang ke situ sendiri tidak membawa alat peraga apalagi membawa tim pemenangan,” ujar “GI”.

Sekedar diketahui bahwa Kadispendikbud “HS” serta Kabid Paud/TK “NS” selepas keluar dari gedung Bawaslu Kabupaten Pasuruan lebih irit bicara saat di wawancarai awak media, keduanya kompak menyampaikan “langsung ke Bawaslu saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Arie Yoenanto pada awak media menyampaikan bahwa keduanya di panggil untuk klarifikasi terkait adanya dugaan pelanggaran pemilu netralitas ASN.

“Kedua ASN tersebut ditanya seputar kegiatan di Saygon, dan kurang lebih ada 37 pertanyaan bagi “NS” serta 40 pertanyaan untuk”HS”.

Perlu diketahui bahwa kita juga sudah mengamankan beberapa bukti termasuk bingkisan sembako yang dibagikan saat kegiatan Rakor itu sendiri.

“Dari pengakuan/keterangan beberapa saksi juga diketahui bahwa bingkisan sembako tersebut dibagikan oleh Caleg DPR RI “GI”, yang dalam bingkisan itu ada bahan kampanye serta dikeluarkan dari salah satu mobil Caleg DPR RI yang hadir saat itu,” beber Arie.

Selanjutnya akan kita lakukan pendalaman lagi terkait hasil klarifikasi pada hari ini, serta menguak asal muasal bingkisan yang dibagikan ke peserta tersebut.

Lebih lanjut Arie juga menyampaikan bahwa acara Rakor di Saygon ini terindikasi adanya kampanye “terselubung” dengan disusupi oleh kegiatan kampanye politik seorang caleg, dan Ini berkaitan dengan netralitas ASN.

“ASN harus bersikap netral, jangan sampai terlibat dalam politik praktis, karena sudah ada sanksi berat bagi mereka,” pungkas Arie Yoenanto. (por/red)

banner 325x300
Penulis: Por/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.