oleh

Ketua KMKPB-KL Menerima Surat Persetujuan Bantuan Tahap Pertama dari BPKH RI, Untuk Koperasi Nelayan Mina Makmurkan Sejahtera Krui

-Sosial-81 views

JAKARTA, faamnews.com – Sebagai tindak lanjut dari Proposal terkait Permohonan Pengadaan Mobil Freezer Box yang pengajuan melalui surat Nomor: 549/LAZISNU-PBNU/II/2021 Tanggal 12 Februari

2021 Perihal Pengajuan Bantuan Program Kemaslahatan berupa Mobil Freezer Box.

Al Saqiq Hafid, S.H., M.H., M.M sebagai Ketua Kerukunan Masyarakat Kabupaten Pesisir Barat – Krui Lampung (KMKPB-KL), menerima Surat Persetujuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI). Jumat (12/03/2021).

Dikataka Al Saqiq Hafid via sambungan telpon, ” Bantuan Tahap pertama ini akan segera diserahkan satu unit Mobil Freezer Box, dimana nilai dari kendaraan tersebut secara keseluruhan mencapai Rp. 641.970.000,- (Enam Ratus Empat Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah).
Dan tentunya bantuan berikutnya untuk Koperasi Nelayan Mina Makmur Sejahtera, akan segera menyusul sambil menunggu pembenahan administrasi lebih lanjut “, jelas Al Sawiq.

Dikatakan juga oleh Al Saqiq,” Akan segera menyusul juga Surat Keputusan dari BPKH RI, bantuan untuk Pondok Pesanteren yang ada di Biha Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat Lampung “, tambahnya.

Sebagai Ketua KMKPB-KL di Jakarta, Al Saqiq mengucapkan puji dan rasa syukurnya kepada Allah SWT, atas telah disetujuinya bantuan tersebut.

” Ucapan terima kasih yang tak terhingga juga disampaikan kepada Kepala Badan dan para Dewan Pengawas BPKH RI yang telah membantu memberikan Hibah Murni kepada Koperasi Nelayan dan Pesanteren yang ada di Kabupaten Pesisir Barat “, imbuhnya.

Ketua KMKPB-KL, juga meminta kepada Pengurus Koperasi Nelayan Mina Makmur Sejahtera Krui, agar bekerja dengan baik dan jujur, serta transparan dalam mengelola Keuangan Koperasi, agar dapat mensejahtrakan Masyarakat Krui pada umumya dan kepada Nelayan hususnya.

” Supaya Koperasi Nelayan mengelola dengan Manajemen Terbuka, karena BPKH RI, kedepan ingin menjadikan Koperasi Nelayan yang ada di Krui, sebagai Percontohan Koperasi Nelayan yang ada di Wilayah Indonesia Bagian Barat.
Mengingat potensi lautnya yang luar biasa luas yaitu Samudra Indonesia, serta memiliki garis pantai sepanjang 140 km.
Sedangkan untuk percontohan Koperasi Nelayan Wilayah Indonesia Tengah/Timur, BPKH RI sudah menetapkan Koperasi yang ada di Ternate “, pungkas Al Saqiq.

(Syarifuddin/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed