Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Kepala Balai Besar TNTC Bersama PHL Wil. XVI ManokWari Temui Pį. Gubernur Papua Barat

Total views : 183
  • Bagikan

Manokrawi, Faamnews.com-Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari wilayah XVI Manokwari menemui Pi. Gubernur Ali Baham Temongmere Kamis (28/2)wit.

Perbincangan merujuk dua poin
penting dan tentu dapat dimaksimalkan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Supartono,S.Hut, MP menjelaskan dalam pertemuan singkat itu melaporkan rencana penyelenggaraan hari bakti rimbawan 16 Maret tahun 2024 mendatang. Disamping itu bakal digelar sejumlah lomba, aksi penanaman,dan kebersihan.

“Beliau sangat menyambut positif dan insyaallah akan menjadi Irup saat upacara hari bakti Rimbawan,” Jelasnya.

Selanjutnya, Kepala Balai pengelolaan hutan Lestari Wilayah XVI Manokwari, M. Jandi Pinem,S.Hut, MSi memaparkan hal penting berkaitan dengan perdagangan karbon di Papua
Barat.

Dirinya optimis dengan potensi yang
dimaksinmalkan dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Diuraikan saat ini di Papua Barat terdapat sejumlah perusahaan yang mengajukan izin usaha perdagangan karbon.

Hal tersebut didasarkan pada kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan tentang multi
usaha kehutanan.

“Harus melalui perizinan perusahaan yang usahanya perdagangan karbon, jadi tidak hanya kayu.

itu ada jasa lingkungan dan intinya pada saat ini kita mengharapkan potensi yang ada dihutan itu dimaksimalkan dengan baik.

Pak Gubernur sangat tertarik karena selain menjaga hutan juga mendapat hasilnya, Terangnya.

Menanggapi penjelasan tersebut, Pj. Gubernur Ali Baham memberikan respon positif.

Dirinya menyatakan jika sesuatu demi kesejahteraan dan mendatangkan pendapatan daerah tentunya
patut didukung.

Selain itu dapat melibatkan
eksistensi Perusahaan Daerah.

“Kita disamping jaga lingkungan juga dapat karbon. Ini bagus dan nanti perusahaan daerah juga masuk disitu,”‘ Tandasnya.

 

banner 325x300
Penulis: Riika nengsih Editor: Amatus Rahakbauw (Kabiro papua )
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.