Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Kekeh Usir Bengkelnya Dari Lahan Sengketa, Romy Tak tinggal Diam

Total views : 339
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com- Sengketa lahan antara Romy “bengkel” vs Pemdes Warungdowo terus menggelinding jadi sorotan publik lantaran keduanya klaim sama-sama mempunyai hak atas lahan yang di perebutkan tersebut.

Terbaru, “pengusiran” yang dilakukan Pemerintah Desa (PEMDES) Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, terhadap Mochammad Romli alias Romy tuai tanggapan atas apa yang dilakukan oleh Pemdes terhadap dirinya.

Melalui kuasa hukumnya, pria yang akrab disapa Romi itu berpendapat jika somasi yang dilayangkan pihak Desa tak mempunyai kekuatan hukum dan hanya angan-angan pribadi semata.

“Gugatan rekonvensi Kepala Desa ditolak seluruhnya, sehingga tanah tersebut tidak sah, tidak berwenang, tidak berhak dikuasai, ditempati, dikelola dan dimiliki Kepala Desa Warungdowo” ujar Masbuhin Kuasa hukum Romy.

Masbuhin menjelaskan bahwa dalam gugatan itu, pihak desa juga meminta tergugat rekonvensi (Moch. Romli) agar membayar ganti rugi materiil sebesar 1,3 Milyar lebih dan kerugian Immaterial sebesar 13 Milyar lebih.

Selain itu, Romli juga digugat agar membayar uang paksa (Dwangsom) 2,5 juta per-bulan jika gugatan sang Kepala Desa dikabulkan dan inkrah di pengadilan.

Namun sayang, upaya gugatan rekonvensi Kepala Desa Warung Dowo itu rupanya ditolak juga. Sehingga se-peserpun Romi tak diwajibkan membayar seperti keinginan Kades dalam materi gugatan yang dia layangkan baik bayar ganti rugi meteriil, Immaterial dan uang paksa (Dwangsom).

Lebih lanjut, Masbuhin juga membeberkan jika materi gugatan Kepala Desa itu juga meminta agar majelis hakim menyatakan perbuatan tergugat Romli dianggap melawan hukum. Namun upaya menjerat romi itu juga ditolak oleh majelis hakim.

Alhasil, seluruh gugatan rekonvensi Kepala Desa itu ditolak pengadilan. Bahkan, penggugat alias Kepala Desa juga dibebani biaya perkara oleh pengadilan sebesar 1,5 juta lebih.

“Seluruh gugatan rekonvensi Kepala Desa Warungdowo mulai dari upaya menjerat dengan perbuatan melawan hukum kepada tergugat, ganti rugi Materiil dan Immaterial, uang paksa, serta pengosongan yang diinginkan Kepala Desa semuanya ditolak pengadilan” papar kuasa hukum Romli.

Sampai saat ini, sengketa lahan yang objeknya berada di Desa Warungdowo itu terus jadi rebutan. Bahkan, beberapa waktu lalu Kepala Desa Warungdowo mengadakan pertemuan di Kantor Desa dan lakukan press rilis.

Perlu diketahui bahwa Pemdes Warungdowo sempat meng-ultimatum Romi selaku pengusaha bengkel agar segera mengosongkan lahan tempatinya. Bahkan dia mendesak aga Romi segera hengkang maksimal 5 Maret 2023.

Namun saat ini, pernyataan Kepala Desa itu rupanya gertak sambal semata. Faktanya, lahan yang diklaim sebagai tanah milik pemerintah desa itu rupanya masih terlihat aktivitas seperti biasa. Dan gertakan itu sampai saat ini terlihat seperti bualan saja. (por/red/tim)

banner 325x300
Penulis: Por/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.