oleh

Keberadaan Arena JUDI SABUNG Ayam Di Desa Mojokerep, KEDIRI Terkesan Kebal Hukum  

KEDIRI. Faamnews.com | Keberadaan arena Judi sabung ayam yang terletak di wilayah Desa Mojokerep , Rw 02 , Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur tetap leluasa yang begitu terkesan aman dari jangkauan aparatur penegak hukum, yang begitu mengadung kerumunan disaat  pendemi Covid 19 yang terus berkepanjangan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun media faamnews dari beberapa narasumber, bahwa arena sabung ayam tersebut dikelola oleh seorang dengan nama panggilan Indro, dugaan tempat tersebut ada oknum yang kuat terlibat membekingi hingga lokasi sabung yang begitu terkesan di jadikan ajang pertaruhan mirisnya perjudian

Aparat penegak hukum baik polsek maupun polres kediri seakan terkesan tutup mata walaupun mengandung kerumunan disaat Pandemi Covid yang begitu banyak pelangaran hukum dan takberdaya untuk menutup lokasi arena sabung ayam di Desa Mojokerep kec. Plemahan Kediri

Lokasi arena judi sabung ayam di Desa Mojokerep dengan mengandung kerumunan masa

Banyaknya konfirmasi dari beberapa media ke kapolres kediri hanya di jawab dengan janji akan menindak tegas
Namun realita hingga saat ini belum ada tindakan mengenai penutupan.

Padahal untuk menjeratnya  sudah jelas pasalnya yaitu dengan Pasal 303 KUHP juncto Pasal 2 UU RI Nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian, Pasal 93 juncto pasal 9 UU RI Nomor 6 tahun 2018 tetang kekarantinaan kesehatan karena dalam arena judi sabung ayam melakukan krumunan dan tidak menerapkan protokol kesehatan memakai masker dan cuci tangan itupun diabaikan

Inisial ST yang merupakan orang dekat  Indro ketika ditemui wartawan faamnews dengan lantangnya berkata,  “siapapun tidak bisa menutup kalangan sabung ayam kami, ayo siapa yang mau nutup tidak akan bisa. Ujarnya dengan sikap sombongnya

Hal ini dari pengakuan inisial ST seakan-akan kebal hukum yang begitu terkesan ada upeti untuk oknum penegak hukum yang membuat warga menjadi heran walaupun keberadaan arena sabung meresahkan masyarakat sekitar.

 

Reporter : sumarno

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed