oleh

Kasi Bimas dan Pokjaluh Lakukan Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Non PNS di 5 Kecamatan

PAMEKASAN, faamnews.com – Untuk memastikan jalannya kinerja Penyuluh Agama Islam sesuai dengan tugas dan fungsinya di daerah masinag-masing, Tim Monev Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan yang dipimpin langsung oleh Kasi Bimas Islam dan Pokjaluh, mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev), sekaligus pembinaan kinerja Penyuluh Agama Non PNS, di Serambi Masjid Nurul Huda Pegantenan, Rabu (27/01/2021).

Acara dihadiri oleh Sekretaris Pokjaluh Pamekasan, Kepala KUA di lima Kecamatan (Pegantenan, Pakong, Kadur, Proppo dan Palengaan, seluruh Penyuluh Agama Fungsional dan seluruh Penyuluh Agama Honorer di di lima kecamatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan yang diwakili oleh kepala KUA kecamatan Pegantenan, Abdullah, S.Ag., M.Si, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua Penyuluh.

“Saya mewakili Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan dan atas nama pribadi, sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan penyuluh yang sangat banyak. Keberadaan penyuluh sudah diakui masyarakat, sering mengadakan santunan, yang dananya dari hasil urunan sesama penyuluh. Untuk Penyuluh Honorer sudah terbentuk Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam, dan dalam kegiatan tersebut juga mengundang dzuafa dan anak yatim, meski honor Penyuluh Agama Islam Honorer masih minim, tapi mereka berusaha berbagi ditengah pandemi, ” terangnya.

Pria Hitam manis ini mengingatkan kewajiban Penyuluh yakni membuat laporan setiap bulan secara rutin jangan dirapel dan copy paste.

Sementara itu Kasi Bimas Islam Kabupaten Pamekasan yang diwakili sekretaris Pokjaluh, Srimukti, S.Ag.,M.Pd berpesan sebelum dicairkan honornya, Penyuluh harus ada laporannya terlebih dahulu.

“Semua Penyuluh harus memahami tugas dan fungsi sesuai bidangnya. Materi bisa diaploud dimedia sosial, seperti Facebook dan Instagram. Saat ini gema Penyuluh belum nampak. Kontribusi penyuluh itu apa, masih dipertanyakan Menteri Keuangan. Padahal tugas penyuluh banyak, namun tidak terpublikasikan dengan baik,
bahkan harus hati-hati dalam menulis laporan tidak boleh asal tulis, harus sesuai dengan tema yang diangkat ketika mengisi di majlis taklim dan laporan tulisannya harus sesuai dengan Standar Operasional. ” ujarnya.

Tim Monev yang dikomandani oleh Kasi Bimas Islam dan Pokjaluh Pamekasan memeriksa semua laporan dengan sangat teliti.

Seperti selama pandemi melaksanakan sholat Jum’at mematuhi protokol kesehatan apa tidak, masjid mana saja, bagaimana dengan jamaahnya dan lainnya.

“Penyuluh wajib punya data secara detail dan lengkap. Berapa desa yang sudah maju, berapa yang belum maju, berapa yang sudah tersentuh pembinaan dan yang belum. Berapa kali kegiatan yang dilakukan, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Penyuluh Agama Islam adalah manusia pilihan dari Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan umat demi kemaslahatan hidup dunia dan akhirat. Untuk itu Penyuluh Agama harus memposisikan diri menjadi contoh dalam mengamalkan nilai-nilai Agama dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 60 orang ( 40 orang dari penyuluh Non PNS dari 5 kecamatan ) dan 20 orang dari tim Monev dan undangan, ini diatur jarak tempat duduknya, mematuhi protokol kesehatan. (Anam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed