oleh

Jual Beli tanah Belum Lunas Berujung Ke Meja Hijau di pengadilan negeri Mojokerto Jawa timur

Mojokerto – Faamnews.com-Terkait kasus yang menimpa warga jatirejo terkait penjualan lahan yang cacat hukum berujung ke pengadilan Negeri Mojokerto Jawa timur pada hari rabu tanggal (02/Desember /2020).

bapak sulthoni selaku yang di beri kuasa oleh ahli waris untuk menjual sebidang tanah dari ahli waris mengatakan pada kronologi awal mula kejadian, “saya selaku yang di beri kuasa sama para ahli waris untuk menjualkan sebidang tanah seluas kurang lebih 7840 M2 atas nama Tajab yang berada di dusun klanjan desa baureno kecamatan jatirejo kabupaten Mojokerto,

“pada akhirnya di beli oleh bapak Ainur rofik (Almarhum ), dengan kesepakatan harga 1.400.000.000.000,00( satu milyar empat ratus juta rupiah) yang seharusnya di bayar lunas akan tetapi dengan di DP kurang lebih sekitar 50.000,000,00(lima puluh juta rupiah) dengan perjanjian yang di buat oleh bapak Ainur rofik yang di sodorkan ke saya untuk di mintai tandatangan dan di lanjutkan ke kepala desa, ” dalam perjanjian itu untuk pembayaran dengan jangka waktu kurang lebih sekitar 1 tahun dengan pembayaran bertahap,

“akan tetapi dalam jangka waktu yang sudah melebihi dari kesepakatan dan belum ada kejelasan terkait pelunasan dan masih belum lunas pada akhirnya sebidang tanah yang sudah di petak-petak atau di kavling ada pembeli dan saya jual dua kavling pada akhirnya saya di laporkan sama istri dari bapak ainur rofik ke pihak berwajib dengan penyerobotan tanah,”padahal tanah itu belum lunas masih kurang sekitar kurang lebih 772.000.000,00 (tujuh ratus tujuh puluh dua juta rupiah),

” seharusnya sudah di lunasi, baru saya bisa di katakan one prestasi, padahal sampai sekarang belum terlunasi jatuh temponya januari sampai maret, apabila pembeli tidak bisa melunasi dari bulan januari sampai maret tanah plus bangunan kembali ke pemilik semula, itu yang terjadi di balai desa dengan kesepakatan bersama, Kalau tidak salah bulan desember bapak Ainur rofik meninggal dunia dan isi dalam perjanjian dulu itu bahwa saya atas nama (pribadi) sendiri, “nah sekarang muncul pihak yang lain atas nama PT. mengatas nama PT. Uajar Sulthoni selaku kuasa penjual dari ahli waris.

semetara menurut keterangan dari kuasa hukum Nur Aini Istri (Almahum), Ainur Rofik selaku tergugat, Deni Lutfianto menyampaikan kepada media bahwa tergugat,” client kami membeli kemudian meninggal Sudah mau banyar tapi Persipal ber-anggapan harus yang beli yang bayar, “dan sempat dilaporkan penggelapan ujar Deny Lutfianto Selaku kuasa hukum dari tergugat Nur Aini.

Hal tersebut di bantah oleh kuasa hukum penggugat, Arief Nuryadin beserta Mochammad Fahmi menyampaikan kepada media bahwa sampai saat ini belum melakukan pembayaran kekurangan keseluruhan apa yang sudah di sepakati oleh kedua pihak di dusun Kranjan Balai desa Baureno kecamatan Jatirejo kabupaten Mojokerto, dan bahkan disaksikan perangkat desa,serta ibu kepala desa Bu Dhiana sapa,an nya, yang pada saat itu menjabat sebagai kepala desa siap menjadi saksi atas peristiwa perjanjian tersebut, ujar kuasa hukum dari Sulthoni. (Slmt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed