oleh

Jefri Santri Ponpes Al-Amin Dikeroyok Hingga Memar

Sumenep, faamnews.com – Kasus tindak pidana kekerasan atau penganiayaan, kini mulai merambat dilingkungan Pondok Pesantren, dimana Pompes merupakan tempat yang penuh kedamaian dan hampir tidak terdengar sebuah kegaduhan.

Namun, ponpes kali ini benar-benar mengejutkan telah terjadi suatu peristiwa yang bisa mencoreng nama baik Lembaga Pendidikan Keagamaan karena hal itu tidak seharusnya terjadi.

Adanya kejadian tersebut dialami salah satu santri Ponpes Bata-Bata Pamekasan dan kini kembali terjadi terhadap santri di Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan Kabupaten Sumenep.

Tidak terima kejadian yang menimpa anaknya, orang tua korban melaporkan ke Polsek Pragaan, Kecamatan Pragaan, Pada Rabu (20/01/2021).

Sangat ironis dan tragis, bila di tempat menuntut ilmu terjadi hal-hal yang sedikit extrime seperti halnya dialami oleh Moh. Jefri Adi Laksono (15), warga asal Pamekasan.

Peristiwa iyang menimpa seorang santri / siswa kelas III E Reguler Ponpes Al-Amin bertempat di Kamar Rayon JQH telah mengalami tindak kekerasan oleh santri seniornya pada Jum’at 15 Januari 2021.

Diduga bahwa kekerasan tersebut tidak dilakukan oleh satu orang, melainkan korban di keroyok hingga mengalami luka memar di bagian wajah.

Hasil keterangan yang di imput media, Aminollah (45) orang tua korban, asal Dusun Bunut RT /RW 01/02 Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan, Pamekasan mengatakan,” bahwa dirinya tidak tau akan adanya peristiwa yang dialami anaknya sat dihubungi oleh salah satu wali yang satu kamar dengan korban (jefri) melalui telpon mengalami tindak kekerasan.

“Lalu, wali santri tersebut membawa korban ke luar dari lingkungan pesantren dan mengajak orang tua korban bertemu di sebuah Pom Bensin Pakamban,” ujar seorang wali murid yang identitasnya tidak mau dipublis.

Selain itu, Ia beserta keluarga bergegas berangkat untuk menjemput anaknya dan setibanya di lokasi tepat Pom Bensin di Pakamban yang terlihat keadaan anaknya sudah kondisi terluka dan tak sadarkan diri.

Melihat jelas kondisi anaknya tidak sadarkan diri dengan luka memarnya, lanjutnya, ia langsung membawanya kembali ke Ponpes Al-Amin untuk menanyakan tentang kejadian tersebut.

Tapi saat di Ponpes dirinya tidak menjumpai Kyainya dan langsung membawa anaknya ke Puskesmas Prenduan segera melangkag ke Polsek Prenduan guna melaporkan kejadian tersebut,” ujarnya.

“Saya beruntung sekali telah diberitahu oleh wali santri, ironisnya jika tidak ada wali santri yang menghubungi kami mungkin hingga saat ini kami mengira anak kami dalam keadaan baik-baik saja di pesantren,” pungkas Aminollah.

Sementara Kapolsek Prenduan Iptu A Supriyadi mengatakan,” Adanya laporan tersebut masih kami dalami dan kami lakukan penyelidikan terlebih dahulu.

“Semua pihak Ponpes Al-Amin akan kami panggil. Selanjutnya oleh pihak Polsek laporan diterima dengan STPL (Surat Tanda Penerima Laporan-red) dengan nomor surat: STPL/04/1/2021/Reskrim/Sumenep/SPKT Prenduan.

Atas kejadian tersebut, para Tim Medis masih belum bisa bertemu dengan pihak Ponpes Al-Amin untuk konfirmasi terkait kerjadian penganiayaan salah satu santrinya.(Tris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed