oleh

GNPK Rampungkan Laporan Dugaan Korupsi Mega Proyek di Kendari

MAASSAR, FAAMNEWS, – Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Pusat sementara menyusun laporan dugaan korupsi Mega proyek di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Umum GNPK Pusat, Ramzah Thabraman menegaskan, ada oknum kontraktor yang memonopoli mega proyek di Sultra. Nilai proyek proyek itu mencapai triliunan rupiah.

Wakil Ketua Umum GNPK Pusat, Ramzah Thabraman menegaskan, pihaknya tengah menyusun laporan dugaan korupsi skandal Mega proyek di Kendari.
Menurut Ramzah, saat ini ada oknum kontraktor yang dia nilai sangat leluasa mengerjakan proyek sampai triliunan rupiah.
Oknum pengusaha yang dimaksud Ramzah, berinisial FR, dari Sulsel.

“GNPK sudah hampir merampungkan laporan. Dan di awal tahun ini kami meminta. KPK untuk mengusut tuntas masalah ini dan menyeret semua yang diduga melakukan praktik gratifikasi ke hadapan hukum,” tegasnya.

Ramzah menimpali, lembaganya mendukung penuh langkah Gerakan Muda Nusantara (Gema Nusa) yang berani melansir adanya dugaan praktek korupsi pada mega proyek Jalan Wisata Kendari-Toronipa.

Dari informasi yang diperoleh GNPK, bos PT Karya Pare, FR diduga berani ‘melabrak’ aturan di mega proyek serta tender proyek lainnya di Sultra diduga karena diduga diback up oleh oknum petinggi di Kejaksaan Agung.

Oleh karena adanya dugaan ini, GNPK telah melakukan investigasi akurat. Dan hasilnya, GNPK akan melayangkan surat resmi ke Menkopolhukam dan Presiden RI.

Tujuannya, agar praktek dugaan KKN bisa diberangus di negara ini. Dan bagi mereka yang berani melakukan itu agar segera diberi efek jera tanpa memandang siapa pun yang ada di belakangnya.

“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Ini harus diproses hukum secara transparan dan adil,” tegas Ramzah.

Seperti yang dilansir dari www.tenggaranews.com, Gema Nusa mengajak dan menantang KPK RI untuk hadir di Sultra, guna menelusuri dugaan korupsi pada pembangunan mega proyek peningkatan jalan pariwisata Kendari-Toronipa.

Korwil VII KPK RI, Adliansyah Malik Nasution telah menyampaikan ke publik soal adanya dugaan praktek korupsi dalam penyusunan APBD di Sultra.

Ketua Umum Gema Nusa, La Ode Abdul Jabar mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi beberapa waktu lalu (23 November 2020) di kantor PT. Pembangunan Perumahan Tbk. dan Kantor Gubernur Provinsi Sultra, terkait korupsi kolusi dan nepotisme pekerjaan mega proyek Jalan Kendari-Toronipa.

Jabar mengungkapkan, dengan menghabiskan anggaran Rp143 miliar pada tahap 1, pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai bestek dan volume dalam RAB kontrak.

Jabar menambahkan, pekerjaan proyek jalan multi years itu memakai aspal perekat beton. Pada Agustus 2019 lalu, dengan pagu anggaran Rp143 miliar dan volume sepanjang 1 KM lebih, namun faktanya jalan tersebut belum dua bulan dikerjakan oleh pihak mankontrak PT. PP Tbk. dan KSO PT Karya Pare Sejahtera yang diduga bodong alias fiktif, sudah mengalami keretakan serta landai ibarat berkendara di atas kuda.

“Olehnya itu, kami ajak KPK untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Eri Supratomo yang tak lain merupakan Project Manager PT. PP Tbk. (versi perusahaan), namun dalam dokumen kontrak nama Eri Supratomo sebagai Site Manager,” ungkapnya, Jumat 27 November 2020.

Lebih lanjut, Jabar menjelaskan, pekerjaan tersebut sudah memasuki tahap dua dengan pagu anggaran Rp800 miliar. Sesegera mungkin dihentikan sebelum terjadi kerugian keuangan negara yang lebih besar lagi, mengingat Eri Supratomo gagal melakukan perencanaan.

“Artinya, sama halnya merencanakan untuk gagal,” imbuh mantan Ketua HMI Bidang PTKP Cabang Kendari.

Di sisi lain, kata dia, harusnya mega proyek dengan pagu anggaran lebih dari Rp100 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN, seyogianya menggandeng KSO atau subkontrak lokal sesuai dengan instruksi Presiden tahun 2016.

Namun, pada pelaksanaan pekerjaan jalan Kendari-Toronipa, perusahaan plat merah tersebut menggandeng perusahaan kontraktor asal Sulawesi Selatan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed