oleh

Gelaran “Goyang Bohai” Orkesan Warga Janti Karangrejo Gempol Dibubarkan Paksa Satgas

PASURUAN, faamnews.com- Suasana pandemi yang juga belum usai membuat pemerintah terus dan selalu memberikan himbauan kepada masyarakat melalui satgas gugus tugas covid-19 kecamatan Gempol serta Kabupaten Pasuruan agar bersama-sama untuk menjaga lingkungan masing-masing.

Dengan mulai berangsurnya level penurunan kasus paparan virus covid 19, warga diharapkan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan atas dasar intruksi presiden republik Indonesia Inpres no 06 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin protokol kesehatan.

Namun hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi warga masyarakat Dusun Janti Desa Karangrejo Kecamatan Gempol yang dengan sengaja menggelar hiburan orkes dangdut untuk peringati HUT RI ke-76 tanpa ijin sekaligus tanpa adanya prokes yang dihadiri banyak massa.

Kegiatan acara orkes jadi sorotan setelah videonya yang sudah beredar luas di WAG pada Hari Sabtu (28/08/21), dan diketahui banyak dari para penonton serta penyanyi yang tidak menggunakan masker, berkerumun dan sedang asyik bergoyang bohai dengan lantunan musik yang disajikan.

Hal ini patut disayangkan disaat satgas gugus tugas covid baik dari Kecanatan atau Kabupaten gencar melaksanakan sosialisasi meminta warganya agar taat akan prokes agar pademi segera berakhir.

Kapolsek Kompol Gempol Kamran saat dikonfirmasi pada Hari Sabtu (28/08/21) membenarkan kagiatan tersebut di wilayah kecamatan Gempol dan langsung ditindak dengan membubarkan paksa acara tersebut.

“Setelah kita dapat informasi adanya orkesan tersebut, segera kita bertindak dengan membubarkan secara paksa karena hal tersebut tidak berijin,” ujar Kamran.

“Selain itu, kegiatan tersebut selain tidak berijin juga melanggar peraturan pemerintah terkait adanya kerumunan massa yang dikhawatirkan akan menjadi klaster baru penyebaran covid-19,” lanjut Kapolsek Kamran.

Camat Gempol Taufiqul Ghoni saat dikonfirmasi sangat menyayangkan kecerobohan warga Janti tersebut, karena sudah memberikan warning kepada semua Kades di Kecamatan Gempol agar tidak menggelar hajatan apapun yang menimbulkan massa di saat pademi seperti ini.

“Sudah berulang kali saya himbau serta sampaikan, agar semua kegiatan yang menimbul massa tidak boleh digelar dengan alasan apapun, dan saya merasa kecolongan dengan kejadian tersebut,” ujar Ghoni.

Kasun Dusun Janti saat dikonfirmasi pada Hari Minggu (29/08/21) tidak mengelak bahwasanya acara tersebut digelar di Dusunnya karena sudah konfirmasi kepada Kades Karangrejo Jainul.

“Kegiatan dangdutan ini atas permintaan warga untuk memeriahkan HUT RI serta santunan anak yatim-piatu, saya selaku Kasun juga sudah menyampaikan ke Kades Jainul akan adanya kegiatan tersebut,” ujar Kasun Janti Ilham.

Sementara itu, Kades Karangrejo Jainul saat dikonfirmasi pada Hari Minggu (29/08/21) terkesan menghindar terkait adanya kegiatan orkesan tersebut dengan menyampaikan “besok saja ke kantor”.

“Tidak tau kegiatan tersebut ,juga tidak mengijini dan tidak hadir di acara tersebut,” imbuh Kades Jainul. (por)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed