Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Gelar Rakor “Terselubung”, OPD Kabupaten Pasuruan Diduga Fasilitasi Oknum Caleg

Total views : 833
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com- Netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) di Pemkab Pasuruan tuai sorotan setelah adanya informasi yang beredar di masyarakat adanya dugaan OPD tertentu yang diduga kuat fasilitasi oknum caleg yang akan maju dalam Pileg.

Hal tersebut menjadi sorotan lantaran adanya dugaan keterlibatan salah satu OPD di lingkungan Pemkab Pasuruan yang diduga sengaja fasilitasi oknum Caleg tersebut untuk mendapatkan pundi-pundi suara dalan gelaran Pileg tahun ini.

Informasi yang dihimpun awak media diketahui bahwasanya beberapa waktu lalu tepatnya Hari Sabtu tanggal (30/12/23) salah satu OPD di Pemkab Pasuruan gelar pertemuan “terselubung” yang di kemas dengan dalih rakor di salah satu tempat wisata yang berada di kawasan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.

Menjadi sorotan lantaran dalam pertemuan rakor “terselubung” yang dihadiri kurang lebih 50 orang ASN tersebut diketahui pula di hadiri oleh salah satu caleg yang akan mengikuti gelaran Pileg tahun ini.

Gelaran Rakor “terselubung” sendiri tampaknya sudah di se-kenariokan sedemikian rupa guna mengindari sorotan publik dengan tidak memakai seragam OPD tersebut serta tempat pertemuan yang jauh dari keramaian meski statusnya adalah tempat wisata.

Tidak hanya mendatangkan oknum caleg tertentu, Diduga kuat pimpinan OPD tersebut mengarahkan para undangan agar membantu oknum Caleg tersebut mendapatkan suara yang banyak serta lolos dengan dalih sudah berkontribusi banyak terhadap mereka.

Selain datang dalam kegiatan Rakor “terselubung”, informasi yang dihimpun awak media diketahui bahwa oknum caleg tersebut diduga kuat bagi-bagi sembako, serta amplop yang diduga berisi uang dengan foto APK dirinya.

Salah satu staff OPD terkait saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi WhatsApp membenarkan hal tersebut.

“Iya benar ada kegiatan ditempat tersebut, itu adalah kegiatan rakor untuk kegiatan tahun 2024,” paparnya.

Kegiatan dimulai sekira pukul 09.00wib, dan memang benar kedatangan Caleg tersebut. Istrinya dahulu yang datang, baru tak berselang lama beliau tiba.

“Terkait bingkisan itu juga benar, ada bingkisan berupa sembako dan amplop (uang saku),” imbuh salah satu staff OPD tersebut.

PJ Bupati Pasuruan Andriyanto saat dikonfirmasi awak media perihal adanya dugaan ASN Pemkab Pasuruan tidak netral menyampaikan bahwa “Mohon maaf Mas Purnomo, kami belum mengetahui pastinya dan kami menunggu pendalaman dari Bawaslu yang notabene ranah mereka,” ujarnya.

Disisi lain, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan Arie Yunianto saat dikonfirmasi menyampaikan akan menindaklanjuti serta mendalami informasi tersebut.

“Sedang kita dalami informasi tersebut, dan segera akan kita panggil pihak-pihak tertentu nantinya.”

Arie juga menambahkan bahwa dirinya sudah memerintahkan Panwascam di 24 Kecamatan untuk mendalami informasi tersebut karena informasi yang dia terima bahwa pertemuan tersebut di hadiri oleh perwakilan dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, menanggapi adanya informasi tersebut. Direktur PUS@KA Lujeng Sudarto sangat menyayangkan jikalau hal tersebut benar adanya.

“Bawaslu harus melakukan klarifikasi dan pemanggilan kepada Pimpinan OPD tersebut. Jika terbukti memfasilitasi kampanye oknum Caleg itu, maka harus ditindak dengan UU Pemilu,” ujar Lujeng

“Kita meminta ke Pj Bupati untuk menindak pimpinan OPD tersebut dengan berdasar UU 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara. Ini penting untuk menjaga netralitas ASN dan tidak melakukan pemihakan secara politik. Untuk sementara kita meminta kepada Pj Bupati menonaktifkan pimpinan OPD tersebut.”

“Jika nanti proses di Bawaslu terbukti secara sah dan meyakinkan, maka PUS@KA akan melaporkan pihak-pihak dari OPD yg terlibat memfasilitasi kampanye tersebut kepada Komite Aparatur Sipil Negara,” pungkas direktur PUS@KA Lujeng Sudarto. (por/red)

banner 325x300
Penulis: Por/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.