oleh

Gawat!! Selain Diduga Gelapkan Ijazah, WOMFinance Juga Diduga Embat Gaji “ER”

PASURUAN, faamnews.com-Sudah jatuh masih tertimpa tangga, mungkin kiasan tersebut patut disematkan kepada “ER” mantan Karyawan PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOMfinance) cabang Pasuruan yang ternyata tidak menerima sepeserpun gaji/upah selama dia bekerja di perusahaan pembiayaan otomotif tersebut.

Selain Ijazah yang diduga digelapkan oleh WOMFinance, ER juga menuturkan bahwasanya dia tidak menerima gaji sepeserpun dari mantan perusahaannya tersebut (WOMFinance) selama dirinya bekerja disitu hingga dirinya memutuskan resign.

Seperti di beritakan sebelumnya, ER yang merupakan warga Kelurahan Purutrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan mengeluh dan berang lantaran ijazah D1 miliknya yang di buat jaminan bekerja tidak dikembalikan oleh pihak perusahaan selepas dirinya resign.

ER menuturkan pada awak media bahwasanya pada tahun 2013 dirinya bergabung di WOMfinance dan diwajibkan menyerahkan ijazah pendidikan terakhir (D1) sebagai salah satu persyaratannya.

Dalam proses penyerahan ijazah sendiri, dilaksanakan di kantor cabang WOMfinance yang di terima oleh manager HRD saat itu (Widhi) serta di berikan tanda terima penyerahan ijazah asli tersebut.

Selepas resign ER diketahui meminta ijazah D1 miliknya dikembalikan dengan beberapa kali mengunjungi kantor cabang WOMfinance Pasuruan, akan tetapi tidak pernah di tanggapi manajemen saat itu, yang pada akhirnya pulang dengan kekecewaan.

“Beberapa kali saya sudah ke kantor WOMfinance cabang Pasuruan pada waktu itu untuk bertemu dengan widhi (HRD) untuk meminta dan mempertanyakan ijazah saya, akan tetapi tidak pernah ditemui/gubris,” ujar ER dengan nada kesal.

“Saya berharap ijazah saya yang asli segera dikembalikan oleh pihak WOMfinance, bukan dupilkat atau salinan,” lanjut ER.

Sementara itu, Saat awak media konfirmasi ke kantor cabang WOMfinance Pasuruan pada Hari Senin (20/12/21) untuk bertemu dengan pimpinan cabang tidak bisa lantaran tidak di tempat dan ditemui salah satu staf yang bernama Himawan selaku Head opration.

Himawan menyampaikan bahwasanya dirinya tidak mengetahui masalah tersebut, karena dirinya baru disini dan kalau masalah ijazah karyawan itu kewenangan Vendor.

“Untuk kasus ijazah yang belum dikembalikan itu saya tidak mengetahuinya, dan lebih tepatnya tanya langsung ke vendornya karena mereka yang lebih berkompeten,” papar Himawan.

Widi selaku HRD pada saat itu saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi WhatsApp pada Hari Selasa (21/12/21) terkait tidak dibayarnya gaji karyawan tersebut bungkam seribu bahasa, bahkan terkesan menghindar dengan memblokir nomor WhatsApp awak media.

Sementara itu, saat awak media konfirmasi kepada Okta selaku BM WOMFinance ataupun Timothyus selaku perwakilan Vendor Swapro melalui aplikasi WhatsApp perihal tidak di bayarnya gaji mantan karyawan tersebut selama bekerja di WOMFinance tidak memberikan pernyataan/jawaban apapun.

Pengamat Hukum dan Ketenagakerjaan Aris Jayadi SH, yang juga pimpinan JayaShankar and Partner mengatakan, sepanjang tidak ada kesepakatan bersama, sebuah perusahaan tidak dibenarkan menahan ijazah milik karyawan. UU Ketenagakerjaan jelas melarang menahan sebagai jaminan ijazah pencari kerja ataupun karyawan disebuah perusahaan manapun juga.

(por)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed