Gawat..!!! diduga Jadi “MARKUS” Oknum LPA Pasuruan Di Adukan Ke Polres Pasuruan

Total views : 264
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) yang tupoksinya sebagai lembaga untuk menaungi kasus terhadap anak-anak kini mulai dipertanyakan kredibilitasnya.

Hal itu disebabkan oleh beberapa oknum LPA yang dengan sengaja mengambil keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan lembaga untuk meraup pundi-pundi rupiah, serta bahkan dengan sengaja menjadi “MARKUS” di setiap perkara yang berhubungan dengan anak-anak.

Potret Pelapor Usai Memberikan Surat Pengaduan

Seperti yang telah dialami oleh Zubaidi warga Desa Minggir Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan yang telah merasa ditipu oleh salah satu oknum LPA Kabupaten Pasuruan berinisial DE dengan iming-iming dapat meringankan hukuman terduga tersangka dengan syarat setor sejumlah uang kepada dirinya.

Zubaidi bersama Hanan saat ditemui awak media pada Hari Rabu (29/06/22) di depan ruang Pidana Umum (Pidum) Polres Pasuruan membeberkan kronologi bagaimana dirinya merasa ditipu oleh DE, hingga pada akhirnya mengadukan oknum pengurus LPA Kabupaten Pasuruan itu sendiri.

Didampingi oleh salah satu keluarga yang juga ketua LSM Cinta Damai Hanan, Zubaidi mengadukan oknum pengurus LPA Kabupaten Pasuruan karena telah memberikan janji palsu tanpa ada realisasi komitmen yang telah disepakati.

Hanan menuturkan Bahwa oknum LPA yang berinisial DE tersebut memberikan iming iming atau janji keringanan hukuman terhadap keluarganya, yang waktu itu tengah kesandung kasus hukum.

“Oknum tersebut meminta sejumlah uang yang mencapai puluhan juta rupiah kepada adik saya, dengan imbalan/janji bisa meringankan hukuman yang tengah dihadapi oleh salah satu keluarga,” papar Hanan.

Permintaan uang yang diminta oleh oknum LPA tersebut diberikan karena dia sebut-sebut nama hakim dan jaksa dengan menyampaikan “biar saya yang ngurusi jaksa hakim” kata oknum LPA yang berinisial DE tersebut.

Mediasi juga sudah saya lakukan dengan berusaha menghubungi oknum tersebut agar dilakukan pengembalian uang yang telah dia terima karena tidak sesuai dengan janji dan komitmennya pada keluarga saya.

“Beberapa kali sudah saya chat WA agar uang yang pernah diminta dulu dikembalikan saja, tidak pernah dibalas dan hanya dilihat saja. Saya telp juga tidak pernah diangkat bahkan sekarang sulit dihubungi,” geram Hanan.

Karena keinginan kami dari keluarga untuk pengembalian uang tersebut tidak digubris, maka dengan keluarga memutuskan untuk mengadukan oknum LPA berinisial DE tersebut ke Polres Pasuruan.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan Ipda Anton Hari Wibowo saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi WhatsApp menyampaikan bahwasanya masih belum turun disposisi. (por)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.