Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Fenomena “Wisata Syahwat” Tretes Prigen Di Kabupaten “Maslahat” Pasuruan

Total views : 1,038
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com- Kabupaten Pasuruan yang berada di segi tiga emas sebagai penyangga utama Provinsi Jawa Timur untuk Kota/Kabupaten lainnya di wilayah sekitar tak bisa dipungkiri.

Sebagai wilayah yang begitu luas dan strategis, Kabupaten Pasuruan mempunyai magnet tersendiri bagi kalangan pengusaha dan investor untuk menanamkan modal usaha yang mereka geluti.

Selain jadi lokasi strategis untuk usaha, Kabupaten Pasuruan identik dengan Maslahat, karena sebagian besar masyarakatnya adalah lingkungan santri dan banyaknya pondok pesantren untuk menimba ilmu agama islam.

Selain unggul dalam berbagai hal, Kabupaten Pasuruan juga diketahui mempunyai tempat wisata yang cukup dikenal masyarakat Jawa Timur yakni Tretes yang berada di kawasan Kecamatan Prigen.

Dikenalnya Kawasan wisata Tretes Prigen yang berlatar belakang view pegunungan tersebut tidak hanya dari dari sisi wisata yang di sajikan mulai dari wisata air terjun, kuliner hingga udaranya yang sejuk.

Banyak faktor yang sangat mempengaruhi begitu terkenalnya kawasan wisata Tretes Prigen, dan bukan hal yang tabu bagi masyarakat Jawa Timur khususnya Kabupaten Pasuruan yang lebih mengenal kawasan wisata Tretes Prigen dengan “wisata Syahwat” lantaran banyaknya tempat hiburan malam hingga wanita penghibur yang bebas beroperasi dan semakin vulgarnya dalam mempromosikan dirinya untuk kencan semalam.

Begitu bebas dan vulgarnya destinasi “wisata syahwat” Tretes yang melegenda hingga saat ini tersebut membuat publik bertanya-tanya lantaran bertolak belakang dengan identitas Kabupaten Pasuruan yang Maslahat, Apakah kegiatan tersebut sengaja di jadikan “aset”…??

Pemkab Pasuruan melalui Satpol-PP selaku penegak Perda diketahui sesekali melakukan razia dan hanya dengan kenakan pasal tipiring kepada wanita penghibur yang terjaring tanpa bisa menyentuh sang mucikari.

Keseriusan Pemkab Pasuruan dalam penanganan penyakit masyarakat tersebut membuat publik bertanya-tanya, apakah Pemkab Pasuruan sengaja melakukan pembiaran…?? (por/red)

banner 325x300
Penulis: Por/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.