oleh

Eksplorasi Minyak Oleh PT. PHE WMO Dianggap Rugikan Masyarakat, FKPP Gelar Audensi Di Kecamatan Sepulu

BANGKALAN, faamnews.com – Eksploitasi untuk mencari Minyak dan Gas yang dilakukan oleh PT. PHE WMO mulai bergejolak.

Aktivitas yang seharusnya mampu meningkatkan ekonomi Daerah dengan mengacu kepada Peraturan Daerah Kab.Bangkalan tentang Kemanfaatan, Keadilan dan keterbukaan sebagaimana tertuang juga dalam CODE OFF CORPORATE GOVERNANCE (Tata kelola perusahaan) nomer :A-002/PHE040/2018-S9.

Terlepas dari peraturan Daerah PHE WMO juga harus memperhatikan tanggung jawab terhadap Lingkungan dan Sosial yang seharusnya mengacu kepada Undang-Undang nomor : 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas yang didalam pasal 74 memuat Perseroan dibebankan kewajiban sosial dan Lingkungan.

Berdasarkan fakta di lapangan aktivitas PHE WMO justru menjadi gejolak masyarakat karna tidak mampu mengimplementasikan peraturan perundang-Undangan dalam aktivitas nya, hal inilah yang membuat Forum Komunikasi Pengusaha dan Pemuda Kecamatan Sepulu (FKPP) menggelar Audensi di kecamatan Sepulu. Senin, 30 Agustus 2021.

Ali Alatas Ketua FKPP dalam Audensinya memaparkan beberapa dampak buruk dari aktivitas PHE WMO diantaranya:

“Adanya pembatasan Zona terlarang membuat biaya bahan bakar yang harus di keluarkan para nelayan membengkak karna jarak tempuh ditambah”ungkap Ali.

(Mas Ian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed