oleh

DPD Pemuda LIRA Pamekasan Sebut DPRD Ngawur Soal Bolehnya Tembakau Jawa Masuk ke Pamekasan

PAMEKASAN, faamnews.com – Jika Perda sebelumnya melarang tembakau Jawa masuk Pamekasan, draf revisi Perda justru memperbolehkan tembakau Jawa masuk ke Pamekasan

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Ismail A Rahim dengan alasan demi kepentingan industri rokok lokal.

“Kalau ada perusahaan rokok di Madura membutuhkan tembakau Jawa boleh, poin ini merupakan perbedaan dengan Perda sebelumnya,” kata Ismail A Rahim, Minggu, (31/01/ 2021)

Perbedaan lainnya, lanjut politikus Gerindra itu menjelaskan, penekanan beberapa poin, seperti peningkatan kemitraan antara pabrikan dengan petani.

Selama ini, kemitraan pabrikan dengan petani tanpa koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Alasannnya karena tidak diatur dalam Perda.

“Selanjutnya, Perda sebelumnya tidak mewajibkan pabrikan menggunakan timbangan digital, revisi Perda ini akan diadaptsikan dengan timbangan digital,” terangnya

Atas pernyataan itu, Ketua DPD Pemuda LIRA Pamekasan Ach Yanto angkat bicara, menurutnya, Wakil Rakyat tersebut cenderung ngawur

Ach Yanto menyayangkan sikap Dewan tersebut, menurutnya DPRD seharusnya Menjadi Pemecah masalah bagi petani bukan membuat suasana seakan semakin tidak nyaman

Sejatinya anggota dewan  harus peka terhadap jeritan petani pada saat musim tembakau.

Ach. Yanto yang akrab di panggil Mahesa itu  menegaskan tidak setuju dengan rencana legislatif yang berencana mengizinkan tembakau Jawa masuk Madura

Itu bukan solusi yang bijaksana terhadap rakyat yang ada di kabupaten pamekasan, setiap musim tembakau yang terjadi di pamekasan kelebihan produksi tembakau dan kekurangan kouta pembelian dari pabrikan sehingga yang terjadi over alias kelebihan temabakau.

“Seharusnya yang menjadi PR buat DPRD Pamekasan itu bagaimana merencanakan aturan daerah tentang tata niaga tembau yang pro terhadap petani bukan dengan alasan pabrik rokok di daerah” Kata Dia

Lebih lanjut Ach Yanto Mengatakan Yang perlu di perbaki adalah sistem aturan kemitraan antara pabrikan dengan para petani tembakau sehingga aturan analisisnya yang di buat oleh pabrikan sama sama di sepakati oleh pabrikan dan petani.

“Ada 3 peranan yang terlibat dalam kemitraan yaitu contrak farming Yang Pertama Pemerintah, yang ke dua Perusahaan (PT) /Pabrikan yang ke tiga kelompok tani / petani tembakau, kemudian peran pemerintah sebagai fasilitator dan motivator, Perusahaan sebagai penjamin pasar, penyedia sabrodi dan pendampingan teknis” Imbuhnya

Ketua DPD Pemuda LIRA Pamekasan Ach Yanto saat di Wawancara Oleh Awak Media

Pihaknya menilai Ismail A Rahem  asal bunyi andaikan nanti  disetujui sekalipun itu kami tetap menolak. Terhadap revisi UU tata niaga tembakau pemerintah kabupaten Pamekasan” Sambungnya

Sebabab tembakau petani di kabupaten Pamekasan belum habis dari tahun ketahun, pasti ada sisa bahkan kekurangan kuota. Kok masih berani bicara seperti itu seakan tidak pro terhadap petani. Ini kan, aneh dewan komisi II DPRD PAMEKASAN. Jadi kami tetap selaku DPD Pemuda LIRA Pamekasan menolak dan tidak setuju terhadap rencananya.

“Secara langsung kalau berbicara kemitraan itu sebetulnya, titik poinnya yang harus diutamakan oleh DPRD Komisi II Pamekasan,  itu bagaimana dibuat UU yang bagaimana kemitraan itu, bisa tunduk dan patuh terhadap perda kabupaten Pamekasan. Bukan malah seperti itu, memperbolehkan tembakau Jawa masuk ke kabupaten Pamekasan”. Pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed