oleh

Korban Beberkan Semua Kelakuan Kordinator PKH Di Depan Penyidik Kejari Sampang

Sampang, faamnews.com – Kejaksaan Negeri Sampang (Kejari) memanggil dan memeriksa salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai saksi yang terjadi di Desa Gunung Maddah Kecamatan/Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur. Kamis, 03/12/2020
Salah satunya saksi/Korban bernama Homyati, saat dilakukannya pemeriksaan padanya, ia mengakui bahwa ada pemotongan dalam pencairan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang atas laporan dari LSM KPK RI beberapa waktu lalu.

Dalam pengakuannya, Homyati bersama saksi/Korban lainnya telah mengungkapkan semuanya saat dimintai keterangan di Kantor Kejaksaan Negeri Sampang, oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sampang.
Setelah dilakukannya periksa selama 3 jam di Kejaksaan Negeri Sampang, Homyati bersama saksi/Korban lainnya menceritakan semua laporan transaksi buku rekening sebagai bukti kuat dari pemotongannya.
Dikuatkan dalam ceritanya bahwa selama ini dirinya menerima uang bantuan tidak sesuai dengan jumlah nominalnya

“Uang yang kami terima dari kordinator PKH hanya Rp. 300 ribu hingga paling besar nominalnya sebesar Rp. 500 ribu. Ucap Homsiyah

Padahal dibuku rekening sudah jelas bahwa KPM mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,9 juta dan Rp 1,6 juta,” lanjutnya
Alasan itu bukan tanpa sebab dikarenakan buku rekening dan ATM penerima dipegang oleh Holil selaku Ketua RT Dusun Ruberuh Desa Gunung Maddah, Sampang.

“Yang mencairkan iya si Holil karena semua dipegang dia, waktu pencairan juga diarahkan dirumah Holil dan diketahui pendampingnya,” ucapnya dengan logat Madura.

Sementara, Salimah KPM yang lain menuturkan, bahwa penerima manfaat di Desa Gunung Maddah memang berusaha memegang sendiri kartu ATM. Namun tetap dikuasai oleh Holil dengan berbagai alasan. Tuturnya kepada media

“Kartu ATM dipinta mas…! alasannya kalau ada apa-apa biar gampang dan ini, jadi terpaksa sama masyarakat dikasih, karena Masyarakat takut apalagi pada perangkat desa mereka takut tidak dapat bantuan lagi mas,” kata Salimah penerima PKH

Dikatakannya oleh Homyati, waktu pengambilan uang bantuan dirumahnya Holil, disana disaksikan ada 4 Orang pendamping; Ibu Suci, Ibu Bery, Bapak Ipung, Bapak Fausi. juga disaksikan oleh petugas dari Bank BRI Brilink dua Orang, Herawati dan Moktadir.

Namun kenapa Meraka tega melakukan pemotongan itu, sehingga tidak sesuai yang Kita harapkan, kok banyak sekali mereka melakukan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan yang pasti dari Pihak Kejaksaaan. (MK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed