oleh

Dinilai Tidak Becus Tangani Kelangkaan Pupuk, DPC GMNI Pamekasan Minta Kepala DKPP Dipecat

PAMEKASAN, faamnews.com – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pamekasan ngeluruk kantor DPRD Pamekasan, Kamis, (18/11/2021)

Kedatangan mahasiswa penerus ideologi bung Karno itu untuk menyoal langkanya pupuk yang saat ini dikeluhkan Masyarakat

Tidak hanaya kelangkaan pupuk, GMNI Pamekasan juga protes atas liarnya harga yang melampaui HET

Pantauan media ini, Massa aksi melakukan long much dari Areal Monumen Arek Lancor Pamekasan menuju Kantor wakil rakyat Pamekasan

Massa aksi membentangkan sejumlah poster berisi protes atas langkanya Pupuk dan ketidak pedulian Pemerintah terhadap petani di Kabupaten Pamekasan

Korlap Aksi Bung Taufik dalam orasinya mengatakan, Langkanya pupuk disebabkan lalainya pengawasan dari pemerintah terutama Dinas DKPP

Bahkan orator lain Furqon menyebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ajib Abdullah tidak becus menangani persoalan tersebut

“Pak Ajib hanya pandai bersolek, rangkap jabatan sana sini tapi hasil kerja nihil, jadi kalau tidak bisa memberikan solusi dalam persoalan ini lebih baik Bapak Mundur dari jabatannya,” ujar Furqon yang merupakan Ketua Komisariat GMNI IAIN Madura itu.

Dalam aksinya itu, DPC GMNI Pamekasan menyampaikan empat tuntutannya kepada Wakil Rakyat Pamekasan

1. Membentuk Pansus selambat-lambatnya 7×24 Jam untuk kepentingan audit investigasi lapangan terkait carut marutnya pendistribusian pupuk bersubsidi dan mengevaluasi semua kios dan distributor serta kelompok tani yang bermain dalam pendistribusian pupuk
2. Mendesak DPRD Pamekasan berkolaborasi dengan Polres Pamekasan untuk mengusut tuntas terkait pendistribusian pupuk di Kecamatan Waru dan Palengaan yang terindikasi ada permainan dan penimbunan pupuk bersubsidi sehingga terjadi kelangkaan
3. DPRD Pamekasan harus memastikan  realisasi dan penggunaan kartu tani sebagaimana fungsinya selesai tahun ini.
4. DPRD Pamekasan harus mendesak bupati untuk segera mereshuffle Kepala dinas DKPP Yang telah gagal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya.

Yang menarik dalam aksi tersebut adalah tampilnya salah seorang petani asal Palengaan yang menyebut wakil rakyat asal Dapil II (Palengaan-Proppo/Red) tutup mata soal kelangkaan pupuk yang kini menjadi jeritan para petani

“Mana Fathor dan wakil rakyat dari Dapil II, mana Sahur, mana yang lain kok disaat petani menjerit seperti sekarang mereka diam?” teriaknya melalui mikrofon

Harusnya kata Dia, para anggota DPRD lebih peka terhadap situasi di bawah saat ini

“Hai Pak Ajib, kalau sampean tidak becus urus langkanya pupuk di Pamekasan lebih baik mundur saja, apa yang sudah bapak lakukan selama ini,” ucapnya mewakili petani

Dikatakan lebih lanjut, harga pupuk saat ini sudah melambung tinggi melampaui HET yang sudah ditentukan perintah

“Jadi untuk mendapatkan pupuk, kami harus mengeluarkan uang sebesar 140 ribu per karung, bagaimana kami tak menjerit pak,” keluh dia

Aksi demo diwarnai dengan aksi pelemparan telur ke Kantor DPRD Pamekasan sebagai bentuk kekecewaan para petani terhadap pemerintah

Kendati demikian, Aksi unjuk rasa berakhir dengan tertib

Ditemui di kantornya, kepada awak media Ismail A. Rahim perwakilan Komisi II DPRD Pamekasan mengatakan pihaknya sudah melakukan beberapa kali rapat bersama semua pihak terkait untuk membahas ketersediaan pupuk di masing-masing kios

Dikatakannya, pendistribusian pupuk harus sesuai tupoksi dan mekanisme yang sudah di tetapkan dalam Rencana Definitif Kerja Kelompok (RDKK)

“Jadi kalau sudah sesuai dengan dengan RDKK kami pastikan tidak ada kekurangan pupuk,” kata dia

Terkait liarnya harga yang melampaui HET, pihaknya menegaskan agar ditindak

“Siapapun yang berani bermain dalam harga tetap itu harus ditindak karena itu jelas pelanggaran,”

“Terkait tuntutan pembentukan pansus yang diminta oleh adik-adik mahasiswa nanti kami sampaikan kepada ketua, nanti bagaimana ketua menyikapi,” tandasnya. (Sid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed