oleh

Diduga Tidak Mengantongi Ijin Galian Menggunakan Alat Berat Bebas Dari Jangkauan Aparatur Penegak Hukum

MOJOKERTO. faamnews.com | Keberadaan Galian Tambang Pasir di Dusun Grogol Desa Kephopandak Kec. Kutorejo Kab. Mojokerto yang dilakukan oleh para pekerja yang tidak bertanggung jawab diduga ilegal tak mengantongi ijin, hingga menyebabkan eksplorasi alam menjadi rusak,  temuan dari Tim awak media. Sabtu (13/03/2021)

Masyarakat hanya bisa mengeluh terkait keberadaan galian yang dilakukan oleh para pekerja maupun oknum perangkat Desa yang diduga terlibat berperan andil dalam galian tambang C tersebut

Selama ini warga sekitar tidak berani angkat berbicara hanya dapat mengelus dada dengan keberadaan Galian yang sudah merugikan warga sebagai petani.

Pasalnya  lahan tersebut merupakan lahan penghijauan untuk di jadikan sebagai lahan pertanian, namun sekarang lahan tersebut justru di jadikan bisnis semata-mata oleh pihak   yang bermain terhadap galian yang berjalan hampir 8 tahun hingah saat ini tidak pernah tersentuh dari aparatur  kepolisian selaku penegak hukum, baik polres maupun Polda, bahkan dari  Dinas Lingkungan Hidup.(DLH) Kab. Mojokerto yang begitu terkesan tutup mata.

Perihal terkait Galian C warga sudah pernah mengadukan kepihak Dinas terkait, namun tidak pernah ada respon dan tindakan hingga para pekerja semakin leluasa menggali hingga membuat warga setempat meratapi habitat lingkungan menjadi mirisnya jurang yang mempunyai kedalaman sekitar 14 meter

Ketika Tim Awak media konfirmasi ke warga yang berdekatan dengan lokasi galian menuturkan dengan raut wajahnya yang begitu kelihatan kesal dengan bahasa logat jawa, “Yo opo Iki mas Onok galian iki mas kok pemeritah gak pernah ngurusi laporane Waraga mas?? . pemeritah Iki  lho koyok melok bermain Nok galian iki paling mas, sampek 8 tahun Iki mas oleh melaku galian iku. Ngatek akses jalan Bakan sonor” warga seng cedek kunu banyune ngatek asat Kabeh mas jerone galian iku, “Yo wes gak ukur Jerune mas ngatek kurang lebih rongpuloh (20) meter mas. ujar salah satu warga yang enggan namanya dipublikasikan.

Waraga dan seluruh masyarakat yang berdekatat sangat berharap kepada seluruh pemeritah Mojokerto dan pemeritah Provensi  agar bisa menangapi dan memberi tindakan tegas adanya praktek galian C diduga ilegal tanpah mengantongi ijin ini supaya di hentikan untuk ditutup, di karnakan kewatir terjadi longsor apa lagi saat  musim hujan seperti ini. (Tim/red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed