Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Diduga Rusak dan Serobat Kebun Sawit Warga, Pemilik Lahan : PT CUS Arogan dan Sewenang-Wenang

Total views : 484
  • Bagikan

Pontianak- faamnews.com – Permasalahan lahan dan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bagaikan gunung es (salju), dan bahkan menghantui masyarakat

Seperti yang dirasakan oleh masyakat kabupaten Ketapang, Kalbar, Kecamatan Simpang Dua, Dusun Merangin, Desa Kampar, Sebomban.

Mereka  terus bertarung  lantaran permasalahan lahan dan kebun sawit ini dirasakan berlawanan dengan PT CUS.   ( PT Cipta Usaha Sejati), di mana  kasus penyerobotan lahan  dan Pembabatan kebun sawit masyarakat ini menjadi persoalan hukum antara warga dan pihak        PT CUS.

Salah satu korban,  Ignatius Mustika kepada awak media  menyebutkan bahwa lahan miliknya telah di serobot oleh PT. Cus dan tanamannya dirusak dan dibabat.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa 5 Maret  2024.” Ada beberapa orang dari PT.Cus datang kelokasi merusak dan membabat tanaman sawit miliknya dan Rupinus Yudi Armadi. Akibat pengrusakan itu,  puluhan batang pohon sawit mengalami kerusakan,” ungkap Ignatius.

 

Atas kejadian tersebut pihak Ignatius Mustika dan Rupinus Yudiarmadi membawa kasus ini ke ranah hukum (ke pihak yang berwajib).

 

“Kami tidak terima maka dari itu kami laporkan   pihak PT Cus  ke pihak kepolisian,” ujar Mustika.

 

Menurut keterangan Mustika ,pihak PT.Cus mengkleim bahwa lahan yang di dapatnya tersebut berasal membeli dari warga dan saat ini di tanami sawit  masuk dalam HGU PT.Cus.

 

Ironisnya,  kata nya dirinya sempat dilaporkan oleh management PT. Cus ke polisi, namun laporan tersebut tidak dapat diproses secara hukum karena pihak PT.Cus  tidak dapat menunjukkan bukti adanya pembebasan lahan.

 

Ignatius menjelaskan bahwa Lahan yang diklaim oleh PT. Cus itu letaknya di Nate kedondong Dusun Merangin Desa Kampar Sebomban. Tahun 2008 dan Tahun  2010, Ignatius Mustika membeli tanah tersebut dari Martinus Mail dan Adrianus Rain.

 

Sebab itu  menjadi pertanyaan Ignatius Mustika, pasalnya kasus ini masih dalam proses hukum belum ada kekuatan hukum tetap.” Jadi pihak PT. Cus dengan lancangnya tidak menghormati proses hukum yang ditangani oleh Polres Ketapang,” tukasnya.

 

Dengan timbulnya persoalan penyerobotan lahan dan perkebunan sawit Ignatius menilai.” PT Cus bertindak arogan dan sewenangnya,”pungkas Mustika dengan nada kesal.

 

 

(Tim media)

banner 325x300
Penulis: Edi/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.