oleh

Diduga Oknum Perawat Abal- Abal & Oknum Polresta Pasuruan kota Lontarkan Kata Tak Pantas Terhadap Media.

Diduga Oknum Perawat Abal- Abal & Oknum
Polresta Pasuruan kota Lontarkan Kata Tak Pantas Terhadap Media.

PASURUAN. | Faamnews.com Diduga oknum Polresta Pasuruan dinilai menciderai Undang-undang informasi keterbukaan publik serta kebebas pers atau kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum yang sudah di atur dalam UU pers No 40 tahun 1999 dan juga sudah di tetapkan Negara yaitu pilar ke 4 Demokrasi di Indonesia.

Berawal dari informasi dari warga Gejugjati Kecamatan Lekok yang namanya mintak di rahasiakan ia menginformasikan ke awak media dan anggota LSM bahwa di Desa gejugjati Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, ada dugaan Malpraktek yang di lakukan oleh seorang
Wanita muda Inisial (D) dengan membuka prakter suntik pemutih tanpa ada izin resmi dari Dinas Kesehatan. Sabtu 03/04/21.

8Berbekal informasi tersebut sejumlah media dan LSM mengkonfirmasi dan mendatangi tempat praktek di Desa Gejugjati untuk menanyakan terkait izin”nya. yang katanya nara sumber ia seorang prawat di Rumah sakit di wilayah pasuruan, dan nara sumber itu juga menyebutkan ia lulusan sekolah dari Negara Cina.

Saat kami mintai keterangan (D) ia membenarkan bahwa praktek yang ia jalani sudah beberapa bulan dan ia juga mengatakan satu minggu sampai menangani 3x pasien yang datang ke kami, dengan satu Suntikan wanita muda tersebut menarif 400rb, “ucap prawat muda.

“Benar mas memang saya yang menangani Suntik Pemutih, Untuk pasien kecantikan dari perawatan muka sampai suntik pemutih, dan saya memang lulusan dari Cina.

Namun yang bikin janggal dari tiem awak media ketika menanyakan mengenai tentang ijin praktek seperti STR, SIK dan ijin SIP. ia hanya bisa menunjukan sebuah ijazah yang di keluarkan dari negara Cina namun izin paraktek masih dalam pengurusan, “tuturnya.

Hal lebih Anehnya Lagi Sisa limbah Yang Sudah Di suntikan Itu Dibuang di rumah sakit dan dititipkan kepada suaminya yang bekerja di rumah sakit di wilayah pasuruan tersebut.

ket.foto sisa infus dan jarum suntik

Mengetahui terduga tak memiliki ijin resmi dari Dinas kesehatan maupun ijin praktek tiem awak media dan LSM segera melaporkan akan hal ini ke pihak Polsek Lekok. Saat Kami Temui Kapolsek “AKP MIFTAFUL M,B,K, SH, Kami pun di tanggapi dan langsung Di Sambungkan ke polres kota UNIT Ekonomi. Dari pihak Polresta Pasuruan segera Mendatangi praktik abal-abal tersebut.

Setelah beberapa menit Pihak Polresta Tiba Di lokasi Dengan didampingi kanit Lekok atau rumah (D) dengan Mengamankan sebuah Alat Bukti, Seperti Jarum Suntik, Sisa Infus, Dan Obat-obatan yang masih terbungkus rapi.

Dan ada yang bikin janggal dalam benak awak media dan LSM. Setelah Kanit ekonomi datang yang bernana “Anton menanyakan ke tim awak media, ” mas sampean dari media mana? kami pun menjawab dari media Faamnews Ndan!. Namun sangat di sayangkan dan bikin awak media merasa terheran aparat penegak hukum yang bernama Anton mengatan media kamu tidak masuk di dewan pers.” ujar Anton.

Lanjut Anton, Setelah di konfirmasi ke tersangka perawat berinisial (D), selang berapa jam kita dan tim media dan LSM termasuk kanit Ekonomi Meninggalkan TKP dengan membawa sejumlah bukti” seperti infus dan jarum suntik.

Saat kami tanyai apakah kita ikut ke polres, anton pun menjawab, “nanti kita kabari mas..?

Hingga Berita Ini Diturunkan, Pihak Polresta belum ada Keterangan Lebih Lanjut.

Mal, Bersambung

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed