Diduga Gelapkan Dana Desa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan Ringkus Camat Dan Kades

Total views : 405
  • Bagikan

BANGKALAN, faamnews.com –  bikin kejutan. Lama tak ada kabar. Tiba-tiba menahan Camat, Kades, Pendamping PKH dan Istri eks Kades. Rabu 29/06/2022.

Empat tersangka itu jadi tersangka dugaan korupsi pada kasus dan tempat berbeda.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan, Chandra Saptaji, SH melalui Kasi Intel, Dedi Franky, menyebut, Camat Tanjung Bumi yang ditahan berinisial AA dan Kepala Desa Tanjung Bumi berinisial MR.

Sedangkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditahan berinisial MZ. Dan istri eks Kades Kelbug, Kecamatan Galis berinisial SU juga ditahan setelah menjadi tersangka.

Lanjut Dedi, empat tersangka itu ditahan setelah memenuhi unsur atas dugaan tindak pidana korupsi.

“Camat dan Kades, terkait dana desa (DD). Istri eks Kades Kelbug dan pendamping PKH terkait dugaan penggelapan dana bantuan PKH,” terang Dedi.

Dugaan Korupsi Camat dan Kades
Camat AA dan Kades MR disangka telah melakukan korupsi dana desa lewat APBDes tahun 2021.

“Modus yang dilakukan kedua tersangka ini ada pekerjaan fisik yang tidak sesuai RAB atau kekurangan volume proyek pengaspalan pada 7 titik, ” tambah Dedi Selasa, (28/06/2022).

Perbuatan istri eks Kades dan pendamping PKH disangka telah menggelapkan dana bantuan PKH dari 2017-2021.

Dedi mengungkapkan  modus mereka berdua menguasai kartu milik penerima PKH. Lalu mencairkannya tanpa sepengetahuan pemilik.

“SU dan MZ ini bersama-sama menguasai kartu ATM milik penerima PKH kemudian menguras semua uang bantuan tersebut,” jelas Dedi

Uang bantuan PKH yang diambil kedua tersangka selama kurun waktu lima tahun mencapai Rp 2 miliar.

Disebut Dedi, penerima PKH di Desa Kelbug sebanyak 300 orang. Masing-masing penerima program PKH tidak sama, mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 1.000.000.

“Bantuan PKH itu cair tiap tiga bulan sekali. Setelah bantuan masuk ke rekening penerima, kedua tersangka mencairkannya untuk mereka berdua,” imbuh Dedi.

Uang yang sudah dicairkan oleh mereka berdua, kemudian digunakan untuk kebutuhan mereka sendiri.

“Alasan uang itu dikuasai untuk kepentingan pribadi keduanya,” pungkas Dedi. ( Tommy )

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.