oleh

Diduga bangunan Ilegal dan Ancam Lingkungan Hidup, Pembangunan Kandang Ayam Milik Oknum Kepala Sekolah di Tulungagung Terancam Dipolisikan

TULUNGAGUNG, faamnews.com – Salah seorang oknum Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur diduga melakukan praktik pembangunan Kandang ayam ilegal, Senin (04/01/2021)

Mendengar informasi tersebut, sejumlah awak media mencoba menggali informasi lebih dalam, Salah satunya meminta keterangan dan klarifikasi kepada oknum Kepala Sekolah tersebut

Ditemui di kantornya, Kepala sekolah SMK 02 berinisial Z kepada awak media mengaku bahwa dirinya sudah mengantongi ijin resmi dan lengkap

“Kita kalau ijin usaha sudah ada, nomor usaha mikro sudah ada, ijin lingkungan sudah ada, ijin masyarakat sudah ada 4 bulan yang lalu, sekarang ijin Amdal masih dalam proses,” Kilahnya, Senin, (04/01/2021)

Namun, setelah awak media memintanya untuk menunjukkan surat ijin yang dimaksud, ZMRJ tidak bisa menunjukkan

“Wah, tidak bisa diselesaikan sekarang, ini kan kantor, masalah ijin nanti bisa lewat WA, karna ijin usaha itu ada dirumah.” Kata dia

Depan sekolah saat konfirmasi

Menindaklanjuti soal perijinan dan legalitas pembangunan kandang tersebut, Awak media meminta Z. untuk di tunjukkan melalui line Whats Ap

Namun, lagi- lagi Z. tidak menggubris dan memilih diam serta mengabaikan konfirmasi wartawan

Keberadaan kandang ayam tersebut mengancam pada keberlangsungan ekosistem sungai dan berdampak pada pencemaran lingkungan, Diketahui, titik lokasi pembangunan kandang ayam berada tidak jauh dari sungai

Hal ini membuat aktivis dan pemerhati Lingkungan Hidup Jawa Timur Abdul Basid angkat bicara, menurutnya, kelengkapan ijin seperti yang di akui oknum Kepala Sekolah tersebut patut dipertanyakan

“Jika benar lokasi kandang ayam tersebut dekat dengan sungai atau pemukiman, sementara oknum kepsek tersebut mengaku ber ijin lengkap, maka Bupati dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung harus mengevaluasi kinerja Dinas Perijinan,” Ujarnya

“Kami akan turun kesana untuk memastikan lokasi tersebut, dan jika benar ada ancaman keberlangsungan ekosistem dan berpotensi pada pencemaran lingkungan maka kami akan laporkan ini pada pihak berwajib,” Tegasnya

“Dan jika terjadi pencemaran lingkungan dan merugikan secara inmateriil maka jelas nanti masuk ranah Pidana sebagaimana dalam Pasal 60 jo. Pasal 104 UU PPLH dengan ancaman hukuman maksimal Tiga Tahun penjara atau denda sebanyak 3 Milyar Rupiah dan diduga bapak Z tidak punyai izin UPL dan izin UKL untuk usaha perternakan dan ijin amdal dan izin IMB’, Imbuhnya

“Nanti setelah semuanya sudah ready kami akan langsung melaporkan ini semua, lihat saja nanti,” Pungkasnya

Menurut Pakar Hukum asal Surabaya Moh. Taufik S.H., M.H, jika benar demikian maka oknum Kepala Sekolah tersebut telah melabrak sebuah aturan sebagaimana termaksud
Uu Dasar 1945,
Uu pokok pres nomer 40 Tahun 1999 Tentang Pres
Uu RI nomer 14 Tahun 2008 Tentang keterbukaan Publik,
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP ( Peraturan pemerintah)RI Nomer37 Tahun 2012 Tentang pengelolahan DAS Daerah Aliran sungai,
Uu.RI Pasal 115 ayat (2)PP Tahun 2005 Tentang bangunan dan tidak memiliki izin mendirikan bangunan usaha dan sanksi pembongkaran.
Peraturan Daerah (PERDA) kabupaten telungagung nomer 22 Tahun 2011

“Jika lokasi kandang itu sangat dekat dengan sungai, maka tidak logis jika ijin itu benar-benar adan, Tukasnya

Sampai berita ini di publikasikan Dinas terkait belum kita temui

Repoter Edwin rio

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed