Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Diduga Ada Aliran Dana Senilai 50 Juta Lebih Bebasnya 4 Terduga Tersangka Curanmor

Total views : 377
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com- Kejanggalan perkara bebasnya 4 terduga tersangka curanmor yang di amankan oleh Polsek Wonorejo beberapa waktu lalu semakin membias dan liar.

Dugaan adanya kesepakatan “jahat” dalam perkara tersebut perlahan semakin terkuak dengan adanya informasi yang diterima oleh awak media.

Informasi yang dihimpun oleh awak media bahwa bebasnya 4 terduga tersangka curanmor yang diamankan oleh Polsek Wonorejo tersebut terindikasi adanya aliran dana yang mencapai 50 juta lebih.

Hal tersebut diketahui dari salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya yang ikut serta atau mengetahui dalam proses negosiasi kesepakatan “jahat” tersebut.

Dari pengakuannya diketahui bahwa 4 terduga tersangka curanmor tersebut mengeluarkan biaya lumayan besar agar sekiranya kasus tersebut tidak sampai berlanjut ke meja hijau.

“MF, WD warga Wonoanyar masing-masing bayar 10 juta, sedangkan MD, TM warga Tubayah masing-masing 15 juta. Terus ditambah lagi sebesar 1,5 juta untuk mengganti unitnya, jadi total 53 juta,” ujar narasumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak dipublikasikan tersebut.

“Siang ketangkap, malamnya sudah pulang. Dari proses tersebut disepakati nominalnya.”

“Untuk warga Tubaya yang turun atau ikut menyelesaikan itu pak inggihnya, sedangkan Wonoanyar itu Pamong/Kasun,” imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan bahwa negosiasi tersebut dilakukan agar perkaranya tidak sampai berlanjut ke proses hukum selanjutnya.

Tidak hanya ada aliran dana yang mengalir dalam perkara tersebut, kejanggalan demi kejanggalan mulai terkuak dalam perkara yang cukup menghebohkan masyarakat sekitar Wonorejo tersebut.

Seperti apa yang disampaikan oleh Kapolsek Wonorejo Saiful yang didampingi oleh Kanitreskrim Saichu beberapa waktu lalu.

Pada awak media Kapolsek Saiful menyampaikan bahwasanya perkara tersebut sulit dibuktikan lantaran nomor mesin dan rangka di Barang Bukti (BB) unit sepeda motor telah dihilangkan.

“Meski korban mengenali ciri-ciri motor tersebut itu tidak bisa dijadikan pegangan, Nomor rangka dan mesinnya di rusak (Hapus) dan STNK yang dibawah juga beda dengan nopol yang terpasang saat diamankan,” ujar Kapolsek Saiful

“Selain nopol yang beda, saat diamankan juga ada STNK yang sama dengan nopol yang terdapat di sepeda motor tersebut. Tapi kami menduga STNK yang sama dengan yang terpasang tersebut KW atau palsu.”

“Dari pengembangan penyelidikan 3 orang yang dimintai keterangan mereka bukan pelakunya tapi hanya perantara,” beber Kapolsek Saiful.

“Sementara mereka hanya dikenakan wajib lapor ke polsek.”

Unit reskrim sudah meminta keterangan 4 orang , dari hasil pemeriksaan 4 orang tersebut masih belum bisa dinaikkan ke tahap penyidikan karena belum cukup bukti jadi keempatnya dipulangkan.

Akan tetapi, Kapolsek Saiful bersama Kanitreskrim Saichu juga menyampaikan bahwa perkara tersebut masih menunggu hasil mediasi yang dilakukan oleh Pemdes setempat untuk proses hukum lebih lanjut. Kalau sudah sepakat dan ada titik temu, nanti kita panggil ke Polsek untuk buat kesepakatan hitam diatas putih.

Dikonfirmasi perihal adanya aliran dana yang mencapai 50 juta lebih tersebut, Kapolsek bersama Kanitreskrim kompak mengaku tidak mengetahuinya.

Hingga saat ini, masyarakat sekitar dan publik masih bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi…..???? (por/red)

banner 325x300
Penulis: Por/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.