oleh

Dalam Kondisi Pandemi Covid-19, PT. EMAS FINANCE Menggunakan Jasa Debt Collektor Untuk Menagih Kepada Debitur

-Sosial-294 views

TANGERANG, BANTEN, faamnews.com – Dengan bermodal selembar surat kuasa dari pihak PT EMAS FINANCE, Perusahaan peminjam uang dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor, Debt Collektor leluasa melakukan langkah penagihan tanpa menunjukan Legalitas Hukum yang jelas,

Sesuai POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ) Nomor 35 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan usaha perusahaan Pembiayaan.
Dalam pasal 65 yang disebutkan,

_”Pegawai dan/atau tenaga alih daya perusahaan pembiayaan yang menangani fungsi penagih dan eksekusi agunan wajib memiliki sertifikat profesi di bidang penagih, dari lembaga sertifikat yang terdaftar di bidang pembiayaan yang terdaftar di OJK” (Otorotas Jasa keuangan).

Dalam kondisi pendemi Covid seperti sekarang ini, jasa pemberi hutang atau Kreditur, PT EMAS FINANCE yang memberikan pinjaman telah didaftarkan dalam akte Notaris Fidusia, yang artinya PT EMAS FINAMCE harus patuh dan taat kepada segala bentuk Aturan Pemerintah melalui OJK maupun BI (Bank Indonesia),bahkan Aturan institusi terkait lainya, tapi pada prakteknya pihak PT EMAS FINANCE diduga mengabaikan Aturan dalam Utang Piutang secara FIDUSIA, Sekalipun di situ jelas di sebutkan sanksi sampai dengan pembekuan Ijin Usaha, namun PT EMAS FINACE tetap mengabaikan Aturan Pemerintah. Minggu (14/03/2021).

PT EMAS FINANCE tetap leluasa menggunakan jasa Eksternal Debt Collektor yang diduga tidak BERSERTIFIKAT PROFESI.yang SAH, Sebagai Debt Colektor.

Penagihan tanpa di awali dengan melayangkan surat teguran kepada Debitur yang wanprestasi sesuai aturan OJK, seperti yang terjadi baru baru ini pada salah satu Debiturnya, di Perumahan Taman Adiyasa,

Menurut keterangan salah satu Debitur berinisial MLR kepada awak media Sabtu 13 Maret 2021, ” Sekitar pukul 20:00 wib sekitar 5 orang satu diantaranya perempuan, melanjutkan tagiahan atas tunggakan 5 bulan dari pinjaman dengan agunan BPKB, datang ke salah satu debitur di perumahan taman adiyasa, dari tunggakan lima bulan keseluruhan sebesar Rp. 6 000 000,- belum termasuk denda harian, Debitur tidak mampu membayar, sehubungan kuasa tagih sudah di serahkan eksternal, debt colektor meminta unitnya di tarik untuk di titipkan ke pihak PT EMAS FINANCE, permintaan di tolak oleh debitur, timbul perdebatan yang pada ahirnya membuat surat pernyataan janji pembayaran tunggakan 5 bulan akan dilunasi dalam 2 minggu, surat pernyataan di bawa rombongan debt colektor, sekitar pukul 21:00 wib 13/03/2021 “, jelas MLR.

MLR lebih jauh menambahkan, ” Sempat uga di singgung biaya tarik, seperti tagihan sebelumnya, tapi saya menolak adanya biaya tarik seperti tagiahan sebelumnya “, tambhnya.

Menanggapi hal tersebut Helan dari LSM Indonesia Monitoring Law Justice Provinsi Banten, sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi, semestinya Pemerintah melalui Aparatur Penegak Hukum dan Instansi terkait melakukan tindakan tegas, ” Kasus seperti itu sangat disayangkan bisa terjadi, semestinya  pihak Pemerintah melalui Aparatur Penegak Hukum dan Instansi terkait melakukan tidakan tegas kepada Perusahaan yang menggunakan tenaga Debt Collektor seperti itu “, ujar Herlan.

Dengan di terbitkanya berita ini Debitur berharap kepada Pemerintah melalui pihak OJK , BI maupun Institusi Kepolisian akan melakukan tindakan Tegas kepada PT EMAS FINANCE, jika tata cara penagihanya benar menyalahi Aturan yang telah di tetapkan oleh Pemerintah.

(Syarifuddin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed