oleh

Dalam Aksi KOMAD, Oknum AKD Kantor Bea Cukai Madura di Duga Halangi Tugas Wartawan

Sejumlah Wartawan dari Berbagai Media saat Adu Argument dengan Oknum Petugas PKD Kantor Bea Cukai Pamekasan pada Kamis (04/03) Siang


PAMEKASAN, faamnews.com – Aksi Demo yang di gelar Komunitas Monitoring dan Advokasi (KOMAD) terkait maraknya rokok ilegal di warnai Penghadangan oleh Petugas Keamanan Dalam (PKD) terhadap sejumlah wartawan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (04/03/2021)

Penghadangan itu bermula saat wartawan dari berbagai media hendak melakukan pengambilan Video, konfirmasi dan sesi wawancara dengan pimpinan Bea dan Cukai

Namun, tugas wartawan diduga telah di jegal oleh salah seorang petugas penjaga kantor Bea Cukai

“Jangan masuk mas, silahkan dari dua perwakilan saja yang boleh masuk ke dalam untuk wawancara,” Kata Petugas PKD yang sudah berbaris di depan pintu

Ketua FWP Deddy Priyanto (Masker Merah) saat Negosiasi dengan Petugas PKD Bea Cukai Pamekasan

Hal ini membuat Ketua Forum Wartawan Pamekasan(FWP), Dedy Priyanto Berang pasalnya Bea Cukai itu terkesan tebang pilih dan semena-mena dalam memperlakukan wartawan

Hal ini terbukti dari ucapan sang petugas PKD yang menyebutkan nama media yang diperkenankan masuk untuk wawancara

Hal ini tentu membuat wartawan lain marah, akhirnya cek- cokpun tak dapat dihindari

“Kita semua ini wartawan, jangan pilih-pilih, dan kita semua punya hak yang sama untuk konfirmasi, jangan hanya berita bagus dan kalau butuh saja kita diundang, giliran ada demo seperti ini, tidak mau menemui,” Ujar Deddy wartawan MNC group itu.

“Loh ngaco ini, kami wartawan TV mau ambil video, masak mau diwakilkan ke wartawan lainya,” Imbuhnya

Lagi lagi petugas PKD itu berdalih karena mematuhi protokol kesehatan, padahal menurut pantauan media ini, saat itu wartawan hanya berjumlah sekitar 10 orang saja

“Maaf mas ini sudah aturan, nanti biar saya sampaikan lagi ke pimpinan,” Ketusnya

Menanggapi itu, Penasehat Ikatan Wartawan Online Pengurus Daerah Pamekasan Moh. Taufik S.H, M.H angkat bicara, menurutnya, yang dilakukan oleh Oknum PKD tersebut telah melabrak aturan dan UU Pers

“Tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik jelas diatur di dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1) yang menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun,” Terang Bung Taufik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed