oleh

Bersama para remaja desa. KKN 55 UTM Bangkalan melakukan pembuatan disinfektan

Bangkalan,faamnews.com – Kuliah kerja nyata kelompok 55 Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Melakukan kegiatan pembuatan cairan disinfektan untuk disemprotkan di sekitar wilayah masyarakat dan tempat-tempat umum.
Disinfektan itu sendiri yaitu bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit.

Kegiatan tersebut digelar dikediaman salah satu mahasiswa dari kelompok 55 Desa Tamberu-Timur, Kecamatan Sokobanah, yaitu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pemerintah. Dengan tetap menggunakan masker ketika hendak beraktivitas diluar rumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dengan para remaja-remaja desa Tamberu-Timur. Yang mana tujuannya yaitu untuk membunuh bakteri, virus, kuman dan mikroorganisme berbahaya lainnya yang terdapat pada ruangan atau benda mati. Selain itu, cairan disinfektan ini sendiri juga dapat digunakan untuk membersihkan permukaan yang sering disentuh. Oleh sebab itu , maka upaya sebagai salah satu tindakan pencegahan untuk menekan laju penularan virus yaitu memaksimalkan fungsi cairan disinfektan itu sendiri.

“ dengan adanya penyemprotan cairan disinfektan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk membersihkan lingkungan mereka, serta juga dapat membunuh berbagai virus dan bakteri” ucapnya (Sinol, Kepala Desa Tamberu-Timur).

Karena pembuatan cairan disinfektan ini sendiri memang sangatlah mudah dan bahannya pun juga merupakan produk pembersih rumah tangga yaitu air, pembersih lantai dan pemutih. Sehingga lebih mempermudah dan juga menghemat biaya dalam pembuatan disinfektan itu sendiri.

Semua masyarakat memang harus selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar, karena untuk saat ini memang salah satu cara untuk mencegah dari rantai penyebaran virus covid-19 yaitu, dengan cara menjaga daya tahan tubuh serta kebersihan diri (dengan rajin cuci tangan) dan lingkungan sekitar. Yang mana menjaga kebersihan lingkungan itu sendiri bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan. Namun, untuk perlindungan yang lebih baik, cairan disinfektan dapat disemprotkan minimal sekali dalam sehari. Oleh karena itu cairan disinfektan lebih efektif digunakan dan diaplikasikan pada semua permukaan benda yang ada disekitar. Tetapi penyemprotan cairan disinfektan saja itu tidak cukup untuk mengatasi rantai penyebaran virus corona, sebaiknya kita sebagai masyarakat alangkah baiknya jika mengikuti semua kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah untuk bersama-sama menghadapi dan melawan virus corona.

Beberapa titik tempat yang di jadikan sasaran oleh KKN untuk penyemprotan cairan disinfektan yaitu rumah-rumah warga, dan tempat-tempat umum seperti pasar, musholla, dan masjid. Yang memang tempat-tempat tersebut selalu menjadi tempat untuk berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. Saat proses penyemprotan cairan disinfektan sekalipun kami harus tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagaimana yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

Dengan adanya program penyemprotan cairan disinfektan itu sendiri kami juga bisa memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat bahwa mereka memang harus selalu menjaga kebersihan diri ataupun kebersihan lingkungan sekitar mereka. Ujarnya

Selain adanya upaya penyemprotan cairan disinfektan aturan dari pemerintah juga memang harus di indahkan yaitu dengan cara selalu menggunakan masker ketika hendak beraktivitas diluar rumah. Namun, hal itu terkadang masih banyak masyarakat yang tidak mematuhinya dengan berbagai alasan.

“Program kegiatan pembuatan cairan disinfektan ini sudah tepat untuk diberikan kepada masyarakat. Karena memang masih banyak masyarakat Tamberu-Timur yang belum melakukan penyemprotan mandiri dan masih kurang peduli akan manfaat penyemprotan disinfektan tersebut” ungkap Yasinta QD.(haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed