oleh

Bertahun-tahun lamanya Tangki BBM Pertamina Melakukan Kencingan

Pasuruan,faamnews.com. – Sesuai UU tentang Migas pasal 53 huruf c  setiap orang yang melakukan penyimpanan sebagai di maksud dalam pasal 23 tanpa izin usaha penyimpanan di pidana dengan pidana penjara paling lama (3 ) Tahun dan denda paling banyak 30.000.000.000.00 (Tiga Puluh Milyar Rupiah).

Bermula dari informasi warga tentang adanya dugaan penyalagunaan bbm bersubsidi di wilayah Kec. Gempol Kab Pasuruan yang sering beroperasi di tempat tambal ban, kami dari media Faams News langsung mengecek kebenaran hal tersebut dan dari informasi warga yang namanya minta di rahasiakan memang benar adanya terjadi aksi bongkar BBM bersubsidi.

Ada sebuah truck Pertamina dengan Nopol N 9153 UI, dan N 8713 UA Sedang berhenti di sebuah bengkel tambal ban.

Tapi yang bikin aneh nya bukan menambal ban malah menutupi tangki belakang samping kiri dengan seng, dan benar terjadi aksi bongkar bbm bersubsidi yang di mana seng di gunakan untuk menutupi slang dari lambung atas tanki yang di olor sampai ke dalam gudang.

Terbukti sudah tangki Pertamina yang berhenti itu bukan niat menambal ban memang di sengaja untuk kencing atau istilah nya ngetap.

Dari hasil pantauan kami di lapangan beserta tim kami berhasil mendokumentasikan kegiatan bengkel tambal ban itu cuma kedok untuk menutupi kegiatan tersebut supaya tidak menimbulkan kecurigaan, dugaan kami gudang ini adalah gudang penimbunan BBM jenis Solar, Pertalite, Pertamax.

Saat kami konfirmasi kebenaran hal ini supir tangki yang berinisial “YF” dia hanya pilih diam atau tidak menjawab pertanyaan kami selaku media. Aneh bukan?

Kemudian salah satu pegawai gudang yang berhasil di mintai keterangannya berinisial G mengatakan kalau pemilik gudang tersebut berinisial  “Y”, dan kegiatan kencing (ngetap) bisa lebih dari 8 kali sehari.

Dengan adanya temuan kami di lapangan tentang dugaan penyalah gunaan bbm bersubsidi dan di duga kuat truk tengki pertamina dengan Nopol N 9153 UI, dan N 8713 UA sudah menabrak UU Migas.

Dalam bisnis kencingan ini yang sudah berjalan bertahun-tahun lamanya dan di lakukan oleh pemilik tambal ban berinisial Y, apahkah pihak hukum baik Polsek, Polres Kabupaten Pasuruan, maupun Polda Jatim tidak mengetahui hal ini?.

Jika dari pihak Polsek, Polres Kabupaten Pasuruan, dan Polda Jatim tidak mengetahui hal ini tidak lah mungkin sama sekali, karena bisnis ini sudah berjalan bertahun-tahun lamanya.

Dengan adanya muatan berita ini kami sudah ke Polsek Gempol hendak menemui Kapolsek namun kata anggota “pak Kapolsek tidak ada di kantor”, dan sebaliknya kita mencoba untuk klarifikasi ke Polres Kabupaten Pasuruan Kasat Reskrim juga tidak ada di tempat serta Kapolres nya juga pada waktu itu ada di Polda. (TIM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed