MALANG KOTA –faamnews.com – Sebanyak 220 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di depan Balai Kota Malang, Rabu (21/10/2026).
Layanan pengamanan untuk memastikan penyampaikan aspirasi bisa lebih aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat serta kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin menyampaikan, pengerahan personel merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya penyampaian pendapat di muka umum.
“Pengamanan ini, sifatnya memberikan rasa aman kepada peserta aksi maupun masyarakat. Setiap masyarakat memiliki hak menyampaikan pendapat, namun tetap bisa saling menjaga kondusifitas saat dilokasi,” ujar Ipda Lukman, (Rabu, 21/10/2026).
Ia menjelaskan, 220 personel tersebut terdiri atas 165 anggota Polresta Malang Kota, 10 personel Kodim 0833/Kota Malang, 5 personel Dinas Perhubungan, 30 personel Satpol PP, 5 personel Pemadam Kebakaran, serta 5 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Malang.
Pesan Kombes Danang setiap personel yang memberikan pelayanan harus mengutamakan sisi humanime.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan bentuk sinergi dalam mendukung pengamanan aksi, mulai dari pengendalian situasi, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan pelayanan kesehatan apabila dibutuhkan.
Ipda Lukman menegaskan, seluruh personel diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
Langkah tersebut dilakukan agar pengamanan berjalan profesional tanpa mengabaikan hak peserta aksi dalam menyampaikan pendapat.
“Kami mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif. Kami berharap peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, tidak melakukan tindakan anarkis, serta tidak merusak fasilitas umum,” tegasnya.
Selain pengamanan di titik konsentrasi massa, Polresta Malang Kota juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Langkah ini mengantisipasi kepadatan kendaraan di kawasan Jalan Tugu, terutama di depan Balai Kota Malang dan Gedung DPRD Kota Malang yang menjadi lokasi konsentrasi kegiatan.
Pengguna jalan yang hendak melintasi kawasan tersebut diimbau mempertimbangkan jalur alternatif dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengaturan arus kendaraan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi selama aksi berlangsung.
Melalui pengamanan terpadu tersebut, Polresta Malang Kota bersama TNI dan instansi Pemerintah Kota Malang berharap penyampaian aspirasi Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu keamanan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat.
Sinergi lintas instansi ini sekaligus menjadi upaya menjaga kondusivitas Kota Malang dengan menyeimbangkan penghormatan terhadap hak demokratis masyarakat dan kepentingan umum.
