Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Banyak Oknum Terlibat Mafia Migas, BAJAK Dukung Kapolri Sikat Habis Anggota Nakal

Total views : 374
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com- Terbongkarnya oknum mafia migas yang berada di Kota Pasuruan beberapa waktu lalu oleh Mabes Polri menjadi tamparan keras Polda Jatim beserta jajaran terutama Polresta Pasuruan Kota dan Polres Pasuruan.

 

Hal tersebut semakin menguatkan adanya dugaan keikutsertaan anggota Polri yang “nakal” dalam jaringan mafia migas BBM bersubsidi yang berada di Jatim karena tidak tersentuh hukum setelah sekian lama beroperasi.

 

Menanggapi hal tersebut, Barisan Anti Kejahatan Korporasi (BAJAK) yang dikomandoi Lujeng Sudarto menggalang dukungan para aktivis, LSM serta NGO agar mendesak Kapolri Listyo Sigit memeriksa dan menindak tegas oknum yang diduga terlibat mafia migas (BBM) ilegal di Kota Pasuruan hingga ke akar-akarnya.

 

Lujeng menduga ada petugas (anggota Polri) yang terlibat serta melindungi kegiatan ilegal penimbunan BBM bersubsidi yang berjalan dari tahun 2016 dan baru terbongkar tahun 2023 ini.

Berdasarkan hasil investigasi, kurang lebih sebanyak 12 SPBU di Kabupaten Pasuruan menjadi pemasok utama mafia migas BBM bersubsidi itu yang tersebar di berbagai Kecamatan di Kabupaten Pasuruan antara lain Purwosari, Gempol, Beji, Sukrejo, Pandaan, Kraton, dan Bangil.

 

Lujeng berpendapat, tuduhan adanya oknum anggota terlibat dalam lingkaran mafia migas bukannya tanpa dasar. Dan sangat beralasan jika tuduhan menjadi pelindung disematkan pada jajaran kepolisian di Kota dan Kabupaten Pasuruan karena mereka dengan sengaja membiarkan pergerakan mafia migas ini malang melintang dijalanan.

 

“Mafia migas BBM subsidi ini, merupakan kejahatan korporasi yang melibatkan banyak pihak. BBM ilegal ini disinyalir diduga untuk memenuhi kebutuhan industri dan operasional alat berat tambang ilegal.”

 

“Kemana saja anggota Polresta dan Polres Pasuruan serta Polda Jatim, sehingga selama 7 tahun beroperasi tidak pernah terungkap. Sangat wajar jika masyarakat menduga para oknum polisi tidak bekerja bahkan menjadi backing mafia BBM,” papar Lujeng Sudarto.

 

“Sebagai bentuk pertanggung jawaban moral kepada masyarakat, para pejabat di Polresta Kota, Polres Pasuruan serta Polda Jatim yang berwenang lebih baik mengundurkan diri. Mereka tidak pantas menyandang aparat penegak hukum yang justru melindungi mafia migas BBM subsidi ilegal ini,” ujar Misbah selaku ketua LSM Gajah Mada Nusantara.

 

Misbah juga menambahkan “Sebelum diperiksa Propram Polri, lebih baik Kapolres Kota dan Kabupaten, Kasat Reskrim, Kasat Intel, serta anggota Polda jatim yang berwenang agar segera mengundurkan diri,” pungkasnya. (por)

banner 325x300
Penulis: Por/kabiro pasuruan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.