oleh

Bantuan Pemerintah Untuk BOP PKBM di Tulungagung diduga dijadikan Ajang Pungli

TULUNGAGUNG Faamnews.com ll Semenjak adanya program pendanaan bantuan operasional pendidikan (BOP) dari APBN yang biasa disebut dengan DAK non fisik, beberapa pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Tulungagung secara tiba- tiba mengalami peningkatan murid didik. Untuk nilai bantuan lumayan besar diatas standart dana BOS pada Sekolah Formal SD, SMP, SMA. Untuk paket A senilai 1.300.000, paket B senilai 1.500.000 dan untuk paket C senilai 1.800.000.

Menurut data dari DAPODIK pada tahun 2018 jumlahnya hanya 2.292 peserta didik. Secara total keseluruhan, khususnya yang umur masih usia sekolah 7 sampai 21 tahun. Secara tiba-tiba, Untuk Tahun 2020 jumlah murid mengalami penambahan yang sangat drastis hingga
mencapai 3472 peserta didik.

Salah satu PKMB yang ada di Tulungagung Alfa Salam, yang sempat dikonfirmasi media ini menjelaskan, semua data bisa di cek langsung di DAPODIK. “Sini muridnya 700 lebih yang dapat bantuan 70an anak. Tahap pertama kurang lebih 300juta dan tahap dua mengalami penurunan kami cuma dapat 103.500 juta. Realisasi bantuan pemerintah untuk beli modul dan operasional pendidikan selama pembelajaran.” Terang Nawa guru PKBM.

Lanjutnya, untuk Daftar ulang 100 ribu per anak. Lalu untuk daftar per semester selama tiga semester 600 ribu, purnawiata 500 per anak bisa di cicil dari awal.

“Untuk pembelajaran ada kerja sama dengan pemerintah Desa kadang di kantor desa dan di madrasah diantaranya di Desa Kaligentong, Desa Panggungkalak, Desa Panggunguni serta di Desa Pucanglaban.” Terangnya.

Disisi lain, kepala Dinas Pendidikan yang kerap dipanggil Yoyok, Saat kami meminta Waktunya untuk di konfirmasi melalui watshapnya agar kami melalui via surat ke pejabat pengelola informasi dan dokumentas (PPID).

Sedangkan kita semua tau PPID itu adalah pejabat pengelola informasi dan dokumentasi, Sedangkan kedatangan kami untuk konfirmasi terkait temuan di lembaga yang menjadi tanggung jawab dinas Pendidikan. Tungkas nya

Repoter,  Bambang Pramono

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed