Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Amankan Tiga Pelaku, Polisi Sumedang Dalami Kepemilikan Senjata Api yang Menyebabkan Seorang Mahasiswa Koma

Total views : 306
  • Bagikan

Sumedang,Faamnews.com– Polisi mendalami kepemilikan senjata api dalam kasus penganiayaan mahasiswa di Sumedang hingga koma.

Senjata api disita dalam penangkapan ketiga pelaku penganiayaan itu.

Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, menyebutkan bahwa senjata api itu memang ada izinnya. Namun ketika disita, izin penggunaannya habis.

“Mereka dapat senjata api kita sita, memang ada izinnya, cuman izinya sudah mati,” kata Joko Dwi Harsono di Mapolres Sumedang, Senin (25/3/2024) sore.

Dwi menyebutkan senjata api tersebut digunakan para pelaku untuk latihan tembak-tembak saja.

Namun polisi akan tetap mendalami soal senjata itu, terutama jika ada unsur pidana yang menyertainya

“Bisa dikenakan Undang-undang Darurat,” kata Dwi.

Sementara untuk kasus penganiayaan, polisi menjerat ketiga pelaku dengan pasal 351 junto pasal 170 dan pasal 351 ayat 3 karena perencanaan untuk menganiaya korban.

“Terhadap penganiayaan bersama-sama itu, kita menangkap tiga orang tersangka,” kata Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono.

Dwi mengatakan dalam penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti obat-obatan terlarang, peluru, hingga senjata api

Sedangkan ada tiga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan seorang mahasiswa terluka berat hingga sang mahasiswa tersebut kritis

Mereka yang kami amankan adalah AZA alias Ijal Hayam (35) warga Dusun Cilengkrang RT 01/17, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara; Muhamad Angruzaldi (26), warga Lingkungan Ragadiem, Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupatn Sumedang; dan RN alias Jeprut (21) warga Jalan Palasari Gang PLN, Sumedang Selatan.

Ketiganya adalah pelaku penganiayaan kepada DSN (27), warga Kampung Nagrak RT01/05 Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di Jalan Prabu Tadjimalela, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang pada Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 03.30 .

“Terhadap perkara penganiayaan bersama-sama itu, Satreskrim, Polsek Sumedang Utara, dan Sat Narkoba menangkap tiga tersangka,” kata Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono di Mapolres Sumedang, Senin (25/3/2024).

Berikut ini rinciannya, peluru cal 9 mm sebanyak 279 butir, peluru cal 63 mm sebanyak 26 butir, peluru cal 5.56 mm sebanyak 31 butir, peluru cal 8.5 mm sebanyak 21 butir, dan peluru chess sebanyak 417 butir.

sebanyak 1.000.247 butir jenis Tramadol, Trihex, dan Heximer.

Serta, 380 lembar obat jenis Tramadol, 300 Lembar Obat Trihex, 264 plastik destro, 2 handphone, 1 unit Teaser (Setruman) 90 KV, 1 unit Senpi Jenis Glock 26 (Chess), 1 unit senpi Jenis Makarov, dan 3 pucuk airsoft gun.

Kapolres menjelaskan, bisnis haram tersebut sudah dijalankan para pelaku selama sekitar tiga tahun. Mereka mengedarkan pil tersebut di lokal Sumedang.

“Alhamdulillah tertangkap dan tentu kami akan lakukan pemberkasan atas kasus narkoba ini. Saat ini kami masih fokus pada kasus penganiayaan, sebab kasus penganiayaan diawali transaksi narkoba,” kata Joko.

Kapolres juga meminta informasi dari masyarakat jika menemukan tempat berkedok kios tapi menjual obat-obatan terlarang.

“Berikan saja infonya Bu akan kita datangi penjual obat bermotif warung. Kalau (oknum polisi) ada yang terlibat, ya kita tindak kalau demikian,” kata Kapolres.

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.