Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Amankan Pelaku Jualan Obat Terlarang, Polisi Jatiuwung Sita 380 Butir Obat Jenis Exsimer, 60 Butir Tramadol dan Uang Tunai

Total views : 185
  • Bagikan

Tangerang, Faamnews.com-Penyidik Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota, menyita ratusan obat terlarang jenis exsimer dan tramadol berikut uang tunai.

Tersangka berinisial S alias Mako (19) dan barang bukti dibawa ke Polsek Jatiuwung untuk diproses lebih lanjut.

” Ada. 380 butir obat terlarang jenis exsimer, 60 butir tramadol serta uang tunai hasil penjualan Rp. 1.669.000,” ungkap Kapolsek Jatiuwung Kompol Donni Bagus Wibisono, mewakili Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Senin (05/02/2024).

Polisi juga mengamankan seorang pria mengaku sebagai penjaga toko berinisial S alias Marko yang terlibat menjual obat terlarang tanpa izin resmi dari instansi dinas kesehatan tersebut,

Lanjut Donni mengatakan, sebelum adanya penyitaan bara bukti dan pelaku, petugas piket Reskrim mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa terdapat toko kosmetik yang menjual obat terlarang jenis exsimer dan tramadol. Berdasarkan informasi itu, petugas bergerak mendatangi toko kosmetik yg di duga menjual obat terlarang.

“Kita datangi lokasi toko ini berada di Jalan Empu Gandring Raya, Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, pada Minggu, 4 Februari 2024, malam,” ujar Donni.

Donni mengungkapkan, Ratusan butir obat terlarang jenis exsimer dan tramadol siap edar dan pelaku diamankan petugas, ke Polsek Jatiuwung.” Saat ini masih dalam pemeriksaan petugas,” tukas Donni.

Donni pun memastikan, Pihaknya akan merespon cepat informasi masyarakat, bila mengetahui adanya tindak kejahatan maupun gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Jatiuwung. “Kami akan respon cepat bilamana mendapatkan informasi ada kejahatan dan gangguan Kamtibmas,” tegasnya.

“Untuk kasus ini, kata Donni, pelaku dijerat dengan Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat 2 subsider Pasal 197 juncto Pasal 106 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.”Pelaku terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun,”tandas Donni.

banner 325x300
Penulis: Riika nengsih
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.