oleh

Aliansi LBH, LSM, & ORMAS Anti Korupsi Melaporkan Dugaan Korupsi Bibit Sapi Pokir DPRD Kabupaten Lamongan Periode 2014 – 2019

JAKARTA, faam news. com – Aliansi LBH, LSM dan ORMAS Anti Korupsi sangat menyanyangkan dengan 49 Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi yang ada di Kabupaten Lamongan, tidak satupun yang bisa jadikan produk hukum oleh penagak hukum khususnya Polres Lamongan dan Kejaksaan Negeri Lamongan, (22/9/2021).

Padahal kami melihat dan mempelajari dari 49 kasus dugaan korupsi yang ada di kabupaten lamongan dan yang sudah di laporkan ke penegak hukum yang ada di kabupaten lamongan sangat merugikan keuangan negara sangat besar.

Diantaranya kasus program POKIR Pengadaan Bibit Sapi dan Kambing di seluruh dapil yang ada di kabupaten lamongan, yang melibatkan -+ 14 anggota DPRD Kabupaten Lamongan Periode 2014 – 2019, di antaranya dengan hasil investigasi dan klarivikasi ke pemerintah desa yang tercantum pada data yang kami milik, dan bersumber dari sekertariat DPRD Kabupaten Lamongan, kami menemukan 27 Kelompok Ternak Fiktiv yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di kabupaten lamongan, di antaranya,

1. Kelompok Ternak Sapi Maju Mundur, Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, dan dana yang di cairkan Sebesar Rp. 200.000.000,00 dari Abdul Ghofur (PKB) dan sekarang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten lamongan.

2. Kelompok Usaha Ternak Kambing Unggul Jaya, Dusun Glugu, Desa Dlangu, Kecamatan Deket, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 60.000.000,00 dari Andi Gyanto (PD).

3. Kelompok Usaha Ternak Kambing Rukun Jaya, Dusun Gloma, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 40.000.000,00 dari Andi Gyanto (PD).

4. Kelompok Ternak Sapi Abadi, Desa Sukomalo, Kecamatan Kedungpring, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 100.000.000,00 dari Andi Gyanto (PD).

5. Kelompok Ternak Sumber Makmur Jaya, Dusun Miru, Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 120.000.000,00 dari Dr Sanditiya Devis Saputra (PD).

6. Kelompok Ternak Lembu Jengkar, Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 200.000.000,00 dari Eko Agus (PDIP).

7. Kelompok Ternak Tunggal Jaya, Desa Kudikan, Kecamatan Sekaran, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 60.000.000,00 dari Nahdliyah Kartika (PD).

8. Kelompok Ternak Subur Jaya, Dusun Nawang, Desa Datinawong, Kecamatan Babat, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 50.000.000,00 dari Noor Fatonah (PD).

9. Kelompok Ternak Rojo Koyo, Dusun Kepoh, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 50.000.000,00 dari Noor Fatonah (PD).

10. Kelompok Ternak Koyo Joyo, Desa Made, Kecamatan Lamongan, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 250.000.000,00 dari Noor Fatonah (PD).

11. Kelompok Ternak Sapi Lestari, Desa Pucak Wangi, Kecamatan Babat, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 100.000.000,00 dari Sholohin (PDIP).

12. Kelompok Ternak Sapi Sejahtera, Desa Karangkembang, Kecamatan Babat, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 118.000.000,00 dari Sholihin (PDIP).

13. Kelompok Ternak Maju Makmur, Desa Kemlagi Lor, Kecamatan Turi, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 50.000.000,00 dari Sugeng Santoso (PD).

14. Kelompok Ternak Bumi Ronggo, Desa Pasarlegi, Kecamatan Sambeng, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 50.000.000,00 dari Wiji (PAN) dan sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan.

15. Kelompok Ternak Barokah, Dusun Sembung, Desa Songo Sembung, Kecamatan Sukorame, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 50.000.000,00 dari Wiji (PAN).

16. Kelompok Ternak Berdikari, Desa Wedoro, Kecamatan Sukorame, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 50.000.000,00 dari Wiji (PAN).

17. Kelompok Ternak Domba Lestari, Dusun Bujel, Desa Kedungkerep, Kecamatan Modo, dana yang di cairkan 25.000.000,00 dari Wiji (PAN).

18. Kelompok Ternak Barokah Jaya, Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 50.000.000,00 dari Drs. H. Kacung Purwanto (Golkar).

19. Kelompok Ternak Berkah Mulya, Dusun Lemahbang, Desa Darmo Lemahbang, Kecamatan Sarirejo, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 50.000.000,00 dari Drs. H. Kacung Purwanto (Golkar).

20. Kelompok Ternak Sapi Mudi Utomo, Dusun Ranjung, Desa Kedungwaras, Kecamatan Modo, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 60.000.000,00 dari Abdul Gofur (PKB) sekarang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lamongan.

21. Kelompok Usaha Bersama Ternak Makmur, Dusun Keduran, Desa Laladan, Kecamatan Deket, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 60.000.000,00 dari H. Andi Yanto, SE. (PD).

22. Kelompok Tani Ternak Karya Bakti, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 75.000.000,00 dari H. Hasan Bisri (Golkar).

23. Kelompok Tani Ternak Mekaryo Utomo, Desa Sukosari, Kecamatan Mantup, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 75.000.000,00 dari H. Hasan Bisri (Golkar).

24. Kelompok Ternak Morojoyo, Dusun Dorocilik, Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 100.000.000,00 dari M. Fadloli (PAN).

25. Kelompok Tani Ternak Mulyo Abadi, Desa Dumpiagung, Kecamatan Kembangbahu, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 100.000.000,00 dari H. Hasan Bisri (Golkar).

26. Kelompok Ternak Usaha Mulya, Desa Sidomulyo, Kecamatan Mantup, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 100.000.000,00 dari M. Samsuri (PPP).

27. Kelompok Ternak Surya Mas, Desa Trapan, Kecamatan Babat, dana yang di cairkan Sebesar Rp. 100.000.000,00 dari M. Samsuri (PPP).

Dari 27 Kelompok Ternak yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di kabupaten Lamongan tersebut diduga fiktiv, di karenakan setelah di cek ke lokasi dan di klarivikasi ke pemeritah setempat ternyata kelompok ternak tersebut tidak pernah ada dan pemeritah desa setempat tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terkait kelompok ternak tersebut, maka bisa di simpulkan apa yang di lakukan oleh -+ 14 anggota DPRD Kabupaten Lamongan Periode Tahun 2014 – 2019 telah merugikan keuangan Negara Sebesar Rp. 2.343.000.000,00.

Maka dari itu kami akan terus mengawal kasus tersebut di karenakan pada hari selasa, tanggal 21 September 2021 kami sudah melaporkan kasus tersebut ke KPK dan dalam minggu ini juga kami akan kembali melaporkan beberapa kasus dugaan korupsi yang ada di kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Kami juga meminta meminta kepada KPK untuk kembali melanjutkan pemeriksaan dugaan korupsi di pembangunan gedung Pemkab Lamongan yang menelan anggaran 151 milyar, karna pada bulan mei lalu KPK sudah pernah memanggil dan memeriksa PPK pembangun Gedung Pemkab Lamongan tersebut, Ucap Ketua Aliansi LBH, LSM & Ormas Anti Korupsi.

Zain

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed