oleh

Alasan Demi Sesuap Nasi , Bahu Jalan Dijadikan Tempat Usaha

-Sosial-63 views

SURABAYA,faamnews.com —

surabaya yang merupakan kota mitropolitan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan timur Pulau Jawa dan sekitarnya, sehingga banyak masyarakat dari berbagai kota yang berbondong bondang ke surabaya untuk mencari keuntungan finansial
SURABAYA 07/04/2021

Tak terkecualai usaha yang satu ini ” pemotongan alat alat kapal di jalan Platuk Donomulyo IV Kelurahan Sidotopo Wetan Kecamatan Kenjeran Surabaya ” yang raup banyak keuntungan dengan omset puluhan juta perbulannya

Namun yang sangat disesali pemilik usaha ini labrak aturan yang ada di kota surabaya baik aturan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu ( DPMPSP ) , Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) , Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) dan Dinas Perhubungan ( DISHUB ) melalui UU Lalu Lintas karena seringkali menimbulkan kemacetan dan cemarkan lingkungan sebab limbah puing puing hasil dari potongan alat kapal hingga mencemarkan udara dilingkungan sekitar

Sementara itu pengelola usaha TAUFIQ menjelaskan saat dikonfirmasi media faamnews usahanya sudah berjalan puluhan tahun tapi tidak pernah ada yang merasa terganggu dan usahanya tidak sampai tutup jalan hanya sebagian saja

” dulu jalan masih sempit mas , setelah ada perlebaran jalan tempat usaha saya nampak maju ke bahu jalan , tapi saya selalu menertibkannya kok mas setelah selesai bekerja ” ujarnya

Saat ditanya soal perizinan baik Surat Ijin Usaha Perdagangan ( SIUP ) , ijin Gangguan Suara ( HO ) , dan ijin Persetujuan Penempatan Ruang ( P2R ) yang bersangkutan bilang dalam proses ” dalam proses pengurusan mas ”
hingga dapat surat peringatan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu namun yang bersangkutan tak kunjung mengindahkannya

Prastya selaku jajaran penegak peratauran daerah ( perda ) kota surabaya dari satual polisi pamongpraja saat ditemui dikantornya oleh media faamnews mengarahkan untuk mengirim surat aduan resmi
” buat surat aduan resmi mas ”
padahal sebelumnya sudah ada laporan dan ditembuskan ke Satuan Polisi Pamongparaja ( satpol pp ) berdasarkan nomer aduan 1112/MC/IV/2021 melalui aplikasi “WARGAKU” yang dicetus Eri Cahyadi selaku walikota surabaya

Sehingga berbagai macam spekulasi muncul dimasyarakat ” ada apa dengan Satpol PP ” kok tempat usaha yang hampir 50% makan bahu jalan bisa berjalan dengan aman dan lancar hingga saat ini , padahal sangat mengganggu pengguna jalan dan mencemarkan lingkungan

Red ZAIN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed