Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi
RedaksiHubungi Kami

*ADRONE Dukung Penuh Paguyuban Mikrolet Malang Tetap Menolak Terminal Arjosari Sebagai OD Trans Jatim.*

Kota Malang — faamnews.com – Penolakan masif dari 13 paguyuban sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang terhadap penunjukan Terminal Arjosari sebagai titik Origin Destination (OD) Koridor II Trans Jatim terus berlanjut. Penolakan ini tetap kukuh meskipun Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah menggelar upaya koordinasi ulang pada Jumat (23/10/2026) di Jalan Raden Intan, Kota Malang.

Dukungan atas penolakan tersebut juga datang dari Asosiasi Driver Online (A-DRONE). Ketua A-DRONE, Budi Andri Yanto yang akrab disapa Andre, menegaskan kesepakatannya agar titik OD Trans Jatim Koridor II tidak ditempatkan di Terminal Arjosari, sejalan dengan Berita Acara yang sebelumnya telah ditandatangani bersama Dishub Jatim.

“Kami bersama rekan-rekan tetap menolak Terminal Arjosari sebagai OD, karena memiliki potensi persinggungan yang besar dengan banyak jalur angkot.” ujar Andre, Minggu (25/10).

Jika dilanjutkan, dikhawatirkan bisa mematikan keberadaan ratusan angkot sebagai mata pencaharian mereka dalam menghidupi keluarganya. Kan masih ada terminal lain yang bisa dijadikan solusi, seperti Terminal Gadang, Mulyorejo dan Madyopuro, “imbuh Andre saat kami wawancara bersama timnya.”

Di sisi lain, Perwakilan dari mikrolet jalur GM, Arif Widodo alias Paul, mengusulkan agar Terminal Tipe C Mulyorejo dapat dipertimbangkan sebagai titik OD selain opsi Gadang maupun Madyopuro.

Paul juga menjelaskan bahwa area Mulyorejo memiliki prospek yang sangat strategis. Selain padat penduduk, kawasan tersebut kini dikelilingi banyak perumahan baru, lembaga pendidikan, hingga dekat dengan area industri.

“Kalau masuk ke Terminal Madyopuro dan Hamid Rusdi kan sudah, Kami dengan masyarakat dan sekitarnya perlu pemerataan manfaat secara adil. Jadi kami berharap bisa ikut mendapat manfaat langsung dari Trans Jatim seperti pada wilayah terminal lainnya,” tutur Paul (25/10).

Antusiasme warga Mulyorejo juga ternyata terbilang tinggi, berdasarkan pengamatan dan survei langsung ke masyarakat yang dilakukan oleh paguyuban jalur GM bersama LPMK Kelurahan Mulyorejo, warga setempat menyambut positif dan berharap Trans Jatim bisa beroperasi di terminal mereka.

Peluang tersebut kian terbuka lantaran tim dari Dishub Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah melakukan survei lokasi ke Terminal Mulyorejo pada 9 Oktober lalu. Penilaian mengukur berbagai aspek teknis, mulai dari keluasan area, ketersediaan air/sumur, status aset terminal, hingga kondisi fisik bangunan.

Meski demikian, hingga saat ini penentuan terminal pengganti Arjosari untuk titik OD Trans Jatim Koridor II masih belum ketok palu. Semua pihak kini masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Penulis: Roni/red
Exit mobile version