oleh

Polda Metro Akan Terus Gelar Razia Knalpot Bising Agar Jakarta Tenang

-Hukum-42 views

JAKARTA, faamnews.con – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran beserta jajarannya melakukan razia knalpot bising dini hari tadi. Fadil pun menyebut razia knalpot bising akan secara berkala dilakukan selama bulan puasa.
“(Razia) ini akan terus kita gelorakan agar Jakarta pada malam hari situasinya indah, situasinya tenang. Kalau kita istirahat dengan situasi yang tenang akan berbeda, jika beribadah tanpa ada suara knalpot yang bising juga akan berbeda,” kata Fadil di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (18/4/2021).

Fadil menambahkan, para pengendara motor yang masih nekat menggunakan knalpot bising yang menimbulkan polusi suara akan dikenai sanksi tilang. Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan undang-undang (UU) yang berlaku.

Bagi mereka yang berkendara khususnya yang menggunakan knalpot bising itu bisa dikenakan Pasal 285 Undang-Undang Lalu Lintas,” tambahnya.

Bunyi Pasal 285 ayat 1 UU LLAJ sebagai berikut:

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

detikNews
Home
Berita
Daerah
Jawa Timur
Internasional
detikX
Kolom
Blak blakan
Pro Kontra
Infografis
Foto
Video
Hoax Or Not
Suara Pembaca
Jawa Barat
Jawa Tengah & DIY
Makassar
Medan
Indeks

detikNews
Berita
Polda Metro Akan Terus Gelar Razia Knalpot Bising agar Jakarta Tenang
Sachril Agustin Berutu – detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 17:24 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021) Kapolda Metro Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran beserta jajarannya melakukan razia knalpot bising dini hari tadi. Fadil pun menyebut razia knalpot bising akan secara berkala dilakukan selama bulan puasa.
“(Razia) ini akan terus kita gelorakan agar Jakarta pada malam hari situasinya indah, situasinya tenang. Kalau kita istirahat dengan situasi yang tenang akan berbeda, jika beribadah tanpa ada suara knalpot yang bising juga akan berbeda,” kata Fadil di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (18/4/2021).

Fadil menambahkan, para pengendara motor yang masih nekat menggunakan knalpot bising yang menimbulkan polusi suara akan dikenai sanksi tilang. Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan undang-undang (UU) yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bagi mereka yang berkendara khususnya yang menggunakan knalpot bising itu bisa dikenakan Pasal 285 Undang-Undang Lalu Lintas,” tambahnya.

Baca juga:
Kapolda Metro Pimpin Patroli Skala Besar di Jakpus, 34 Motor Diangkut
Bunyi Pasal 285 ayat 1 UU LLAJ sebagai berikut:

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Baca juga:
2,5 Ton Miras Digilas dan Puluhan Knalpot Brong Dipotong di Banyuwangi
Sebelumnya, sebanyak 34 kendaraan roda dua terjaring Operasi Keselamatan Jaya 2021 yang dilaksanakan di sekitar wilayah Jalan Sudirman-Thamrin dan Monas, Jakarta Pusat pada dini hari.

Fadil mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Jaya 2021 yang juga dimaksudkan sebagai langkah preemtif dan preventif untuk mencegah terjadinya tawuran antar-kelompok.

Kapolda Metro Jaya juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyosialisasikan kebijakan larangan mudik mengingat situasi pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir.

(Rika Nengsih)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed