oleh

Diduga tangki merah putih ngompol sembarangan.

Pasuruan,Faamnews.com | UU tentang Migas pasal 53 hurus c setiap orang yang melakukan penyimpanan sebagai di maksut dalam pasal 23 tanpa izin usaha penyimpanan di pidana dengan pidana penjara paling lama (3 )tahun dan denda paling banyak 30.000.000.000.00 (Tiga Puluh Milyar Rupiah).

Berawal dari informasi warga tentang adanya dugaan penyalagunaan bbm bersubsidi di wilayah Kec. Gempol Kab Pasuruan yang sering beroperasi di tempat tambal ban. tak ayal kami awak media langsung mengecek kebenaran hal tersebut. dari bekal informasi warga yang namanya minta di rahasiakan memang benar adanya terjadi aksi bongkar BBM bersubsidi. sebuah truck pertamina dengan nopol N 9153 UI Sedang berhenti disebuah bengkel tambal ban,Tapi yang bikin aneh bukan nya menambal ban malah menutupi tangki belakang samping kiri dengan seng.Rabu (23/12/2020).

Kemudian dengan rasa penasaran kami selaku awak media langsung berhenti dibelakang truck tangki untuk melihat langsung kegiatan tersebut.

“Memang benar terjadi aksi bongkar bbm bersubsidi dan yang bikin kita terkejut ternyata seng penutup tadi di gunakan untuk menutupi slang dari lambung atas tanki yang diolor sampai ke dalam gudang.

Terkuak sudah tangki pertamina yang berhenti itu bukan niat menambal ban memang disengaja untuk kencing atau istilah nya ngetap.

Dari hasil pantauan awak media serta kami berhasil mendokumentasikan ternyata bengkel tambal ban itu cuma kedok untuk menutupi kegiatan tersebut supaya tidak menimbulkan kecurigaan, dugaan kami gudang ini adalah gudang penimbunan bbm jenis solar, pertalite, pertamax.

Saat kami konfirmasi kebenaran hal ini supir tangki yang berinisial “YF” dia hanya pilih diam atau tidak menjawab pertanyaan kami selaku media. Aneh bukan?

Kemudian salah satu pegawai gudang yang berhasil di mintai keterangannya “G” inisial ia mengatakan kalau pemilik gudang tersebut “Y” inisial dan kegiatan kencing (ngetap) bisa lebih dari 8 kali sehari.

Selang berapa lama ketika saya dapat telpon dari inisial “S” yang katanya dari anggota batalion Lawang Malang. Disini kami di arahkan bahwasannya besok “S” mau merapat ke kantor kami. Ayo kita seduluran saja “ucapnya.

Adanya temuan kami di lapangan tentang dugaan penyalahgunaan bbm bersubsidi dan di duga kuat truk tengki pertamina dengan Nopol N 9153 UI tabrak UU Migas. Kami awak media secepatnya akan segera menginformasikan ke aparat penegak hukum terkait hal ini baik Polsek, Polres, maupun Polda Jatim.

Bersambung TIM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed