oleh

15 Sekolah di DKI Gagal Masuk Program Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Ini Alasannya

JAKARTA, faamnews.com – Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja menjelaskan alasan 15 dari 100 sekolah yang masuk nominasi, gagal lolos dalam program uji coba pembelajaran tatap muka.

Dari 15 sekolah tersebut, 14 sekolah di nyatakan tidak memenuhi syarat setelah mengikuti latihan dan satu sekolah mengundurkan diri.

“Gagalnya itu banyak faktornya ya. Satu, tidak utuhnya peserta latihan mengikuti kegiatan tersebut,” ujar Taga kepada wartawan, Selasa (6/4/2021).

Taga mencontohkan, 100 sekolah yang masuk nominasi, harus mengirimkan tiga gurunya mengikuti latihan, yaitu kepala sekolah dan dua guru. Jika dalam proses pelatihan tersebut salah satu gurunya tidak lulus, maka sekolahnya di nyatakan tidak lulus atau gagal.

“Misalnya gini minimal tiga orang, satu kepsek dan dua guru dan tiga-tiganya harus lulus, kalau dua yang lulus atau satu lulus, itu gagal,” ungkap dia.

Kedua, lanjut Taga, penyebab gagalnya juga karena utusan sekolah tidak bisa mengerjakan modul-modul yang disediakan full daring dengan utuh dan tepat waktu.

“Yang kedua, selain mengikuti selama dua minggu juga mengerjakan modul-modul yang di sediakan full daring. Modul-modul itu di kerjakan secara utuh tepat waktu. Kalau tidak di lakukan, maka tidak lulus sekolah piloting,” terang dia.

Adapun satu sekolah yang mengundurkan diri, kata Taga, karena persiapannya belum matang terutama dalam rangka penerapan protokol kesehatan.

Pemprov DKI Jakarta, tutur dia, tidak memaksakan sekolah untuk mengikuti program uji coba sekolah terbuka tersebut.

“Karena tidak ada persiapan, Disdik tidak memaksakan karena lebih mengedepankan masalah kesehatan keselamatan anak didik lebih utama,” ujarnya Taga

Dari Ke-85 sekolah tersebut akan mulai melakukan pembelajaran tatap muka, Rabu 7 April 2021, pungkas Raga.

* Rika Nengsih *

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed